Featured Posts

HIDUP DALAM ROH

April 9, 2018

 

SELASA

Hari Biasa Pekan II Paskah

Bacaan Pertama    : Kis. 4:32-37
Bacaan Injil    : Yoh. 3:7-15
 

 

Nikodemus masih meragukan pernyataan Yesus tentang kelahiran kembali. Bagi Nikodemus, perihal kelahiran kembali merupakan sebuah kemustahilan. Besar kemungkinan keraguan Nikodemus disebabkan karena ia belum menangkap maksud perkataan Yesus. Ia bahkan mengajukan lagi sebuah pertanyaan kepada Yesus “Bagaimana mungkin hal itu terjadi?”

Kelahiran kembali sebagaimana dimaksudkan Yesus bukanlah kelahiran fisik. Manusia harus dilahirkan dari air dan roh; air yang menyucikan dan roh yang menghidupkan. Ini tidak berarti bahwa kelahiran fisik saja (daging) merupakan sebuah kesia-siaan. Yang fisik (daging) menjadi hidup atau memperoleh daya dari roh itu sendiri. Roh yang dimaksudkan di sini bukanlah jiwa atau nyawa melainkan Roh Allah. Roh Allah yang diimani dan diyakini ini berkarya dalam seluruh hidup manusia. Ia tidak tampak oleh mata tetapi hanya dapat dirasakan oleh mereka yang membiarkan diri dihidupi oleh roh itu.

Dalam hidup sehari-hari, ada kemungkinan bahwa manusia cenderung mengutamakan yang fisik, yang tampak oleh mata. Dalam hal ini penampilan luar menjadi hal yang diutamakan. Di satu sisi, penamampilan luar yang menarik, warna yang indah dan kecantikan menjadi sesuatu yang tidak bisa digugat. Namun di sisi lain, penekanan yang berlebihan terhadap penampilan fisik tidak berarti apa-apa. Sebagai contoh, saya membantu orang yang susah. Pertanyaannya, apakah bantuan yang saya berikan karena saya merasa rasa iba ataukah hanya untuk menjaga pandangan  di hadapan orang banyak serta demi popularitas pribadi ?. Perlu disadari  bahwa hidup oleh Roh  Allah berarti tidak mencari keuntungan atau kenikmatan pribadi. Cara hidup jemaat perdana sebagaimana dilukiskan dalam bacaan pertama hari ini menjadi salah satu contoh bagaimana Roh Allah itu hidup dan berkarya dalam diri jemaat Kristen itu. Mereka saling berbagi dalam kegembiraan dan kesedihan, dalam keuntungan dan kemalangan. Semuanya itu terjadi karena Roh Allah  menjiwai mereka. Penginjil Lukas lewat pemberitaannya tentang peristiwa Pentakosta, mau  menjelaskan bagaimana Roh Allah bekerja dalam diri para pengikut Yesus. Berdasarkan karya Roh Allah itu, maka  sebaiknya kita tidak hanya semata-mata mengandalkan kemampuan manusiawi kita. Kita juga hendaknya mengandalkan  Tuhan dalam hidup karena Ia akan menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan kita!

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, bukalah hati kami agar bersedia untuk  dijiwai oleh Roh-Mu sehingga  karya dan pelayanan kami kepada sesama sungguh merupakan karya amal bakti yang berkenan kepada-Mu. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive