Featured Posts

TUHAN, TUNJUKKANLAH KEPADA KAMI SIAPAKAH BAPA ITU?

April 27, 2018

 

SABTU

Hari Biasa Pekan IV Paskah

Bacaan Pertama : Kis. 13:44-52

Bacaan Injil : Yoh. 14:7-14
 

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan ketidakpercayaan dan keraguan Filipus kepada Yesus. “Tuhan, tunjukkanlah  Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”(Yoh.14:8). Kata-kata ini diajukan kepada Yesus karena dia belum bertemu dengan Bapa. Yesus kemudian mempertegas unsur kesatuan yang utuh antara diri-Nya dengan Bapa. Hal ini sebenarnya merupakan tanggapan terhadap pertanyaan Filipus. “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku”(Yoh.14:9). Yesus  menegaskan bahwa barangsiapa melihat Dia, sesungguhnya dia telah melihat Bapa.

 

Kesatuan antara Yesus dan Bapa merupakan kesatuan kehendak, kesatuan dalam tindakan dan kesatuan karya serta kesatuan yang dilandasi oleh cinta sejati. Ini berarti, segala pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus, juga merupakan kehendak Bapa. Karena itu, kalau kita belum mengenal Yesus maka kita juga belum mengenal Bapa.

 

Gereja Katolik mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Bahwa melalui YesusAllah menghendaki agar Gereja itu ada, tumbuh dan berkembang. Gereja itu sendiri adalah tanda kehadiran Allah, maka kita mengenal Yesus sebagai sakramen yang hidup. Melalui Gereja, Yesus hadir sebagai Juruselamat yang hidup. Realitas yang terjadi sekarang ialah, bahwa kita tidak hidup di zaman Yesus. Kita tidak secara langsung melihat karya keselamatan yang dibuat oleh Yesus. Kita memang tidak pernah melihat, mendengar dan mengalami secara langsung apa yang dibuat oleh Yesus, seperti yang dialami oleh para murid. Akan tetapi, dalam dunia dewasa ini, Yesus yang nyata dapat kita lihat, dengar dan rasakan melalui kehadiran sesama yang sungguh beriman kepada Yesus serta yang menghayati dan mewujudkan cinta Yesus ?

 

Pertayaannya untuk kita sekarang adalah: apakah kita sungguh yakin akan iman kepada Bapa melalui putera-Nya Yesus Kristus? Apakah dalam kehidupan sehari-hari, kita rajin pergi ke gereja karena iman kepada Bapa? Ataukah kita hanya sekedar datang tanpa satu keyakinan bahwa Gereja adalah persekutuan umat Allah yang percaya kepada Bapa, melalui putera-Nya Yesus Kristus? Marilah dalam persatuan iman yang teguh, kita satukan hati, untuk bangkit dan percaya kepada Bapa dan putera-Nya Yesus Kristus melalui Gereja.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus,  kuatkanlah iman dan keyakinan kami agar hanya kepada-Mulah kami berserah dan berharap. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive