Featured Posts

“Menjadi Satu”

May 25, 2018

SABTU

Pekan Biasa VII

Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam Bacaan Pertama : Yak. 5:13-20

Bacaan Injil : Mrk. 10:13-16

 

Menampilkan diri apa adanya, selalu bergembira, dan selalu mengharapkan bantuan orang tua merupakan kebiasaan seorang anak kecil. Sikap-sikap inilah yang sering membuat anak-anak kecil disenangi dan membuat banyak anak kecil selalu dirindukan oleh sebuah keluarga. Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang memarahi para Murid karena melarang orang membawa anak-anak kecil untuk datang pada Yesus. Anak kecil dijadikan contoh bagi seorang Kristen menerima Kerajaan Allah. Bagaimana mungkin seorang anak kecil yang bodoh dan takberdaya dijadikan contoh untuk menerima Kerajaan Allah?

 

Mencontoh anak kecil sebagai sikap menerima kerajaan Allah berarti seorang Kristen belajar untuk rendah hati dan belajar dari kesalahan. Setiap kita diajak untuk rendah hati, belajar dari kesalahan masa lalu. Semua kegagalan di masa lalu bukanlah halangan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik, kegagalan membantu kita untuk rendah hati mengevaluasi diri dan kerja kita demi suatu kebaikan. Selain itu, menjadi anak kecil berarti belajar memiliki harapan di dalam Allah sebagai satu-satunya penolong. Kegagalan dan tekanan hidup yang tinggi sering membuat kita frustrasi dan membanyangkan Kerajaan Allah begitu jauh dari hidup kita. Sikap anak kecil mengajarkan kita hari ini untuk memiliki pengharapan. Allah menjadi satu-satunya harapan di tengah kegagalan dan tekanan hidup tinggi. Lebih jauh, menjadi anak kecil berarti menutut sikap jujur. Kejujuran atau kepolosan merupakan kunci dari suatu relasi yang ingin dibangun. Kerajaan Allah dapat dialami apabila seseorang jujur dengan diri sendiri untuk bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang membuatnya gagal membangun relasi dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Di sini, kita diajak untuk berikhtiar memperbaiki diri dari waktu ke waktu untuk mengalami Kerajaan Allah di Dunia.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, kami bersyur karena Engkau memberikan kami kesempatan setiap hari untuk memperbaharui diri. Hari ini kami telah Dikau sadarkan untuk memiliki sikap kerendahan hati, kejujuran dan menaruh harapan pada-Mu. Semoga dalam kegagalan dan tekanan beban hidup, kami selalu rendah hati dan jujur mengevaluasi diri. Amin.

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive