Featured Posts

Menjadi Bentara Kasih Allah

May 30, 2018

KAMIS

Pekan Biasa VIII

Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet Bacaan Pertama : Zef. 3:14-18a

atau Rm. 12:9-16b

Bacaan Injil : Luk. 1:39-56

 

Kisah perjumpaan Maria dan Elisabeth menjadi perhatian utama dari kisah injil hari ini. Maria yang dipenuhi sukcaita kabar malaikat mengambil resiko untuk berjalan melewati pegunungan dari Nazareth menuju Yehuda. Pengalaman sukacita maria tidak ia simpan sendiri, tapi ia bagikan kepada sesama saudara sepupunya Elisabeth. Kunjungannya kepada Elisabeth merupakan buah dari karya roh kudus yang menginspirasi dan mendorong orang untuk berbagi pengalaman iman satu dengan yang lain.

 

Seperti Maria dan Elisabeth, kita juga sering kali melakukan perjumpaan dengan sesaama saudara, entah keluarga, kenalan  kita yang jauh dengan mengunjungi mereka. Namun dalam perjumpaan itu, sering kali kita tidak memanfaatkannya dengan saling berbagi pengalaman iman atau terlibat dalam sharing iman untuk membagikan sukacita demi menguatkan satu dengan yang lain. Apa yang kita lakukan, kebanyakan adalah menghabiskan waktu yang ada dengan gosip, omong nama orang lain  atau juga melakukan kegiatan yang lebih banyak tidak memiliki sumbangsih apa-apa untuk  membangun kualitas kehidupan iman pribadi serentak iman bersama dalam komunitas.

 

Maria, seorang wanita yang dikaruniai oleh Allah, ingin berbagi kebahagiaan dengan saudarinya Elisabet, yang juga menerima karunia Ilahi. Walaupun harus melewati jalan berbukit dalam perjalanan yang melelahkan, tetapi semuanya itu tidak mengurungkan niat baik Maria untuk datang mengunjungi Elisabet secara pribadi dan berbagi rahmat.

 

Sapaan salam dari Maria membawa sukacita dalam Roh kepada Elisabet. Elisabet pun membalasnya dengan menyapa dia sebagai ”Ibu Tuhanku”. Sukacita berbalas sukacita. Rahmat berbuah rahmat. Maria tidak membawa hadiah lain, selain dirinya sendiri, kehadirannya, perhatiannya, dan waktunya. Inilah hadiah paling berharga yang nilainya tidak dapat diukur secara material. Sebagai ungkapan syukur, Maria pun memadahkan pujian Magnifikat, ”Jiwaku memuliakan Tuhan.”

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, jadikanlah kami pembawa sukacita dan salam damai ketika berjumpa dengan siapa pun. Amin.

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive