Featured Posts

Menjadi Pribadi Yang Jujur

SABTU

Bacaan Pertama : 1Raj. 19:19-21

Bacaan Injil : Mat. 5:33-37

 

Berita tentang korupsi, kolusi dan nepotisme di negeri kita menjadi topik hangat yang selalu diberitakan di media cetak, maupun elektronik. Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK bukanlah hal baru bahkan jumlahnya meningkat. Memakaikan  rompi orange kepada para pelaku korupsi tidak memberi efek jerah bagi pelaku atau shock therapy bagi yang lain. Korupsi, kolusi dan nepotisme telah membudaya, sulit dibongkar.

Yesus dalam Injil hari ini berbicara tentang sikap jujur. Ia mengingatkan para murid-Nya untuk memiliki integritas pribadi karena kejujuran. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.” Demikian pernyataan Yesus kepada para murid-Nya. Pernyataan ini serentak menegaskan bahwa Yesus amat menyukai orang yang jujur. Integritas pribadi semacam ini seakan mengindikasikan bahwa orang tersebut bisa melakukan segala sesuatu. Lebih jauh lagi, ia menjadi pribadi yang bisa diandalkan oleh orang lain.

Dewasa ini kita cukup sulit menemukan orang yang jujur. Lebih banyak kita menemukan orang-orang yang tidak jujur. Orang yang tidak jujur adalah pribadi-pribadi yang tidak bisa diandalkan, tidak dapat dipercaya. Kejujuran amat mahal harganya. Oleh karena itu, sebagai para pengikut Yesus, kita diajak untuk berusaha menjadi pribadi yang jujur agar dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, semoga kami mampu menjadi pribadi yang jujur dalam hidup dan tugas pelayanan kami masing-masing. Amin.

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive