Featured Posts

Berjuang dan Bertumbuh Bersama

July 30, 2018

SELASA

Pekan Biasa XVII

Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola, Imam

Bacaan Pertama : Yer. 14:17-22

Bacaan Injil : Mat. 13:36-43

 

       Hari ini Gereja sejagat merayakan peringatan Santo Ignasius dari Loyola, seorang tentara yang dipanggil menjadi pelayan Tuhan. Ia seperti gandum di tengah lalang. Meskipun banyak lalang yang berada dan hidup bersamanya, ia tetap teguh bertumbuh menjadi gandum yang baik. Ia berasal dari kaum bangsawan.

 

Ia rela meninggalkan harta kekayaan dan mengikuti Tuhan lewat pengalaman rohaninya yaitu membaca buku tentang Kristus dan santo-santa, selama masa perawatannya di rumah sakit. Keteguhannya menjadi gandum yang baik, menjadikan dirinya sebagai pendiri Serikat Yesuit.

 

Dalam hidup, kita hidup di tengah orang baik dan orang jahat. Yesus dalam Injilnya hari ini mengajarkan kita untuk terus berjuang bertahan hidup, menjadi gandum di tengah-tengah lalang. Kita harus berjuang untuk tidak terpengaruh dengan kepribadian lalang, tidak iri dan cemburu melihat tingkah laku lalang, atau bahkan kita mengidentifikasikan diri dengan lalang. Yesus tidak mengatakan bahwa lalang harus dicabut agar tidak menghambat perkembangan gandum. Ia membiarkan keduanya bertumbuh bersama sehingga pada akhir zaman barulah ia yang memisahkan gandum dari lalang. Alasan Yesus membiarkan lalang dan gandum tumbuh bersama ialah bahwa manusia sering munafik dalam hidup yang mengakibatkan salah dinilai orang. Ia boleh rajin doa bersama di KBG ataupun sering mengikuti perayaan ekaristi namun selalu bertengkar dengan tetangga atau suka mengeluarkan kata-kata kotor untuk anak-anaknya. Yesus tidak mau kita terjebak dalam sikap sok suci pada bagian luar namun dalam hati penuh bau busuk. Seperti halnya pejabat Gereja yang melarang Santo Ignasius untuk mengajar karena statusnya sebagai awam; mereka menilai bahwa Santo Ignasius tidak layak untuk tugas pewartaan ini, kita juga tidak memunyai hak untuk menentukan siapa yang baik dan siapa yang jahat, karena kaca mata kita sering bertolak belakang dengan kaca mata Tuhan. Yang paling penting adalah berjuang terus untuk tetap menjadi Kristen di tengah banyak kebusukan.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, mampukanlah kami untuk bertahan di tengah kebusukan dunia ini dengan setia mengikuti ajaran-Mu. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive