Featured Posts

Wanita-Wanita Tangguh

August 26, 2018

SENIN

Pekan Biasa XXI

Peringatan Wajib St. Monika

Bacaan Pertama : 2Tes. 1:1-5,11b-12

Bacaan Injil : Luk. 7:11-17

 

Ada 2 sosok perempuan yang ditampilkan hari ini. Pertama, adalah St. Monika yang pestanya dirayakan oleh Gereja sejagat pada setiap 27 Agustus. Ia adalah seorang perempuan tangguh yang tak pernah kenal kata lelah dan menyerah pada keadaan sulit. Sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu, St. Monika menghadapi situasi pelik dan rumit dalam rumah tangganya. Suaminya Patrisius adalah seorang bangsawan kafir yang tidak mengenal Tuhan dan anaknya Agustinus, seorang yang merasa hebat dengan segala kepandaainnya dalam ilmu filsafat karena itu memilih menjauhi dari Tuhan seperti ayahnya. Satu hal menarik dari St. Monika adalah kesabarannya menghadapi rumah tangganya yang pincang tersebut. Situasi pincang dalam keluarganya dibawa St. Monika dalam doa yang tak pernah mengenal kata berhenti. Berkat kesabarannya dan ketekunannya dalam doa inilah, Tuhan tak menutup pintu hati-Nya, dengan mengubah pola hidup si Agusttinus dan sang suami Patrisius. Agustinus kemudian menjadi seorang Kristen, bahkan menjadi orang kudus dan punjangga Gereja dan sang suami Patrisius juga memilih menjadi Kristen dan dibaptis beberapa saat sebelum meninggal.

Kedua, adalah seorang perempuan yang juga adalah seorang janda dari Nain. Penginjil Lukas menuturkan bahwa si janda ini memiliki seorang anak laki-laki semata wayang. Sayangnya, si putra semata wayang tersebut meninggal pada usia muda. Tentu, ini peristiwa duka yang amat mendalam yang dialami si janda tersebut. Perasaan dukacita ini bisa jadi terpancar dalam arah wajah dan ini mendatangkan iba bagi Yesus yang kebetulan lewat di dekat situ. Yesus menjawab kedukaan si janda tersebut dengan membangkitkan anaknya.

Apa yang dialami kedua perempuan beda zaman ini adalah sama-sama mengalami mukjizat dari Tuhan. Apa pesan yang mesti kita pelajari? Yang perlu kita pelajari dari kedua perempuan beda zaman ini adalah ketekunan, kesabaran, dan tak kehilangan harapan meski berada dalam situasi sulit macam apapun. Berdoa dan berharap dalam nama Tuhan adalah kuncinya.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, kami mohon jadikanlah kami alat di tangan-Mu untuk membawa hidup bagi orang lain seperti yang ditunjukkan oleh St. Monika dan janda dari Nain. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive