Featured Posts

Iman Yang Solider

September 18, 2018

RABU

Pekan Biasa XXIV

Bacaan I : 1Korintus 12:31-13:13

Bacaan Injil : Lukas 7:31-35

 

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, melalui penginjil Lukas hari ini, Yesus hendak melukiskan situasi konkret penghayatan iman kita. Betapa sulitnya kita untuk bersikap rendah hati untuk menerima dan menghargai tawaran-tawaran baik yang datang dari sesama. Kita seringkali mengabaikan atau bahkan menolak secara terang-terangan apa yang tidak sesuai dengan keinginan. Sikap semacam ini disebut sebagai keangkuhan dan kesombongan religius yang berdampak pada penghayatan iman kita secara konkret. Kesombongan dan keangkuhan semacam inilah yang membutakan hati kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk menerima kebaikan Allah.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, sikap acuh tak acuh, sombong dan angkuh sangat sering menguasai hidup kita setiap hari. Sangat sering kita memberi label negative kepada orang yang hendak berbuat baik. Banyak kali kita terjebak dalam egoisme religius dengan tidak membuka hati untuk menerima tawaran atau tindakan-tindakan baik yang datang dari sesama. Apa artinya bila kita menyebut diri beragama dan beriman pada Kristus kalau hidup masih dipenuhi dengan keangkuhan, kesombongan dan kebencian? Atau terpenjara dalam lingkup pemikiran yang masih tetap mempertahankan kebenaran akan suku dan agama tertentu? Tawaran cinta Allah terbuka bagi semua orang. Beriman secara dangkal dan egois mengakibatkan pemikiran yang sempit pula, semoga hidup kita menjadi lebih berarti dengan lebih menghayati iman yang solider bukan iman yang egois. Kiranya sikap iman kita akan Allah bukan hanya sekedar kata-kata belaka melainkan terlaksana juga dalam tindakan baik kepada semua orang.

 

DOA

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, semoga hidup kami dipenuhi dengan cinta kasih dan kedamaian bagi Dikau dan sesama kami. Amen

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive