Featured Posts

Biarkan Pelita Hatimu tetap Menyala

September 23, 2018

SENIN

Pekan Biasa XXV

Bacaan I : Amsal 3:27-34

Bacaan Injil : Luk.8:16-24

 

Bapa Ibu, Saudara/i, Pencinta Sang Sabda yang terkasih dalam Kristus, suatu suasana dalam keadaan gelap, hanya dapat dikalahkan melalui terang. Kata-kata ini, bukanlah tanpa maksud. Kalau mau kita sadari sejenak, maka kita dapat temukan bahwa adalah benar,  seluruh pekerjaan yang kita buat selalu dalam keadaan terang. Suatu keadaan yang gelap tidak dapat membuat kita bekerja dengan baik.  Injil hari ini, mengambil simbol pelita sebagai satu sumber terang yang dapat membantu kita untuk melihat dengan jelas dalam keadaan gelap. Dijelaskan dalam injil Lukas bahwa “tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menyembunyikanya  dalam peti   atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkanya di atas kaki pelita supaya semua orang yang masuk ke ruangan itu dapat melihat cahayanya.

            Pencinta Sang Sabda yang terkasih, pelita di sini, digunakan sebagai simbol dari Injil atau kabar gembira. Kabar gembira itu hendaklah kita jadikan sebagai penerang dalam langkah dan tingkah kita. Setiap kita yang adalah pengikut Kristus harus membuat diri kita bercahaya dalam Injil dan sanggup mewartakan Sabda Allah dengan semangat kegembiraan. Pelita juga melambangkan terang kebijaksanaan, yang mampu melindungi dan menuntun kita dari berbagai rintangan. Patut kita sadari bahwa terkadang dalam hidup yang kita lalui ini, banyak hal dapat saja terjadi. Baik dari dalam maupun dari luar diri kita. kadang dalam perjalanan kita, bisa juga terselubung kegelapan batin, keangkuhan, ego, dan kemarahan. Kurangnya kesadaran dan kurangnya rasa peduli, dapat membuat kita bersikap buta sekalipun melihat banyak ketidakadilan yang ada di sekitar kita. Mungkin pula, kadang ada juga saudara-saudara kita yang berusaha menghidupkan pelita dalam diri kita dan menunjukkan kekeliruan kita, tetapi mungkin karena ego pribadi kita yang terlalu tinggi, kita menjadi buta dengan semua petunjuk yang kita terima.

            Pencinta Sang Sabda yang terkasih, dalam perjalanan hidup ini, kita hendaknya belajar dan terus belajar melalui peristiwa demi peristiwa yang kita alami. Kita perlu pupuk sikap bijak dalam diri kita supaya kita menjadi lebih rendah hati untuk menyadari kebutaan kita dalam mendengar dan menimbang nasihat-nasihat sesama kita. kebijaksanaan itu seperti pelita yang bernyala. Jika pelita itu padam, maka kita tidak akan dapat melihat apa-apa termasuk kebaikan diri kita dan juga kebaikan sesama kita. Marilah kita belajar dari Kristus sumber kebijaksaanan agar kita mampu menjadi bijak dalam menghadapi setiap hal dan peristiwa hidup ini.

 

DOA

Ya Allah Tritunggal Mahakudus sanggupkanlah kami para hamba-Mu, agar dalam tingkah dan langkah kami, terang kasihMu selalu membuat kami bijak kepada diri dan sesama. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive