Featured Posts

Hal Mengikuti Yesus

October 2, 2018

RABU

Pekan Biasa XXVI

Bacaan I          : Ayub 9:1-12,14-16

Bacaan Injil     : Lukas 9:57-62

 

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, bacaan injil hari ini mau memperlihatkan bagaimana Yesus menunjukan kepada ketiga orang  itu, tentang  hal mengikuti Dia. Yesus selalu menggunakan perumpamaan dalam mewartakan Kerajaan Allah. Demikian pun hal yang sama Yesus pakai dalam bacaan injil hari ini. “Setiap orang yang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, dialog yang terjadi antara Yesus dan  ketiga orang itu kemudian memampukan kita  untuk melihat dasar atau komitmen dalam mengikuti Yesus. Pertama, mengikuti Yesus bukan soal seberapa keuntungan yang kita peroleh. Ketika orang  pertama mengatakan bahwa akan  mengikuti Yesus, sebenarnya dia ingin terkenal dan punya posisi. Jawaban Yesus akhirnya menyadarkan  kita sekalian bahwa, motifasi mengikuti Dia bukan semata-mata untuk sebuah popularitas. Kita seharusnya dapat memahami keuntungan  dalam  mengikuti Yesus itu dengan sebuah  keselamatan, kesembuhan, damai, sukacita dan persaudaraan. Kedua, mengikuti Yesus artinya tidak menomorduakan Yesus. Alasan orang kedua untuk tidak segera mengikuti Yesus adalah, dia ingin menguburkan bapaknya terlebih dahulu. Kita mencoba memahami alasan orang kedua ini sebagai usaha untuk memperlihatkan rasa sayang terhadap kelurga. Akan tetapi saya mengajak kita sekalian untuk memahami alasan itu dalam  konteks kita saat ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah sungguh mendahulukan Tuhan? Atau kita lebih cenderung mencintai harta, waktu, kedudukan atau popularitas? Komitmen mengikuti Yesus adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Bukankah Yesus sendiri berkata bahwa carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan bagimu. Ketiga,  mengikuti Yesus menuntut kita untuk tidak membagi hati. Orang ketiga ingin mengikuti Yesus tetapi setelah dia berpamitan dengan keluarganya. Permintaan ini sepertinya sangat wajar. Tetapi melalui jawaban Yesus, kita tahu bahwa ijin orang itu bermaksud bukanlah sekedar ijin, tetapi hatinya terbagi. Jika demikian, seperti tipologi yang Yesus sebutkan. “jika seseorang mau membajak tetapi masih melihat ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

 

DOA

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, mampukanlah kami untuk menanamkan rasa cinta dan komitmen dalam mengikuti Yesus. Amen

 

 

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive