Featured Posts

Menentukan Pilihan Berdasarkan Roh Kudus

SABTU

Pekan Biasa XXVIII

Bacaan I : Efesus 1 : 15-23

Bacaan Injil : Lukas 12 : 8-12

 

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, hidup adalah sebuah pilihan. Hampir setiap saat dan di mana pun,  kita memilih. Sejak bangun pagi kita memilih : apakah saya mau bangun pagi atau tidur terus? Kemudian saya memutuskan untuk bangun pagi, saya dihadapkan pada pilihan berikut : apakah saya mau mandi atau minum kopi dulu? Pilihan lainnya menyusul : apakah saya mau langsung ke kantor atau bercanda sebentar di toko buku? Begitu seterusnya, detik demi detik, sampai kita tidur di malam hari.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, kita bebas memilih, karena Allah kita adalah Allah yang maha kuasa namun tidak main kuasa. Ia memiliki dan memberi kehidupan, namun membiarkan manusia memutuskan bagaimana menjalaninya. Ia hanya menawarkan dan membiarkan kita yang menentukan pilihan. Namun kita manusia tak luput dari apa yang dinamakan salah pilih, karena hidup itu selain merupakan sebuah pilihan namun juga sebuah misteri. Kita tidak tahu apa yang menanti kita di akhir setiap putusan yang kita ambil. Bahkan kita tak tahu apa yang terjadi didetik sesudah kita mendengarkan renungan ini. Jadi apakah yang harus kita lakukan agar tidak salah pilih?

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, hari ini Yesus menekankan agar kita tidak main-main dengan Roh Kudus karena Dia-lah yang selalu membimbing kita dalam mengambil setiap keputusan hidup. Bagaimana Roh Kudus turut campur dalam pilihan hidup kita? Roh Kudus selalu bersuara dalam diri kita. Ia selalu bersuara dalam diri kita, memperingatkan kita untuk memilih yang benar, namun lebih sering kita acuhkan. Dia-lah hati nurani kita. Mari kita hitung : sudah berapa kali kita mematuhi suara hati nurani kita? Karena sering diabaikan, ia menjadi semakin tak terdengar. Marilah kita mendengarkan suara hati nurani, marilah mendengarkan Roh Kudus dalam diri kita. Selamat mendengarkan, selamat memilih!

 

DOA

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, terimakasih atas kebebasan yang Kau anugerahkan pada kami. Buatlah mata hati kami menjadi terang agar kami mampu mendengarkan suara-Mu dalam diri kami. Amin

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive