Featured Posts

Hidup dari dan oleh Roh

November 4, 2018

SENIN

Pekan Biasa XXXI

Bacaan Pertama          : Filipi 2:1-4

Bacaan Injil                   : Lukas 14:12-14

 

Bacaan-bacaan suci hari ini kembali berbicara tentang upaya mengisi dan memaknai hidup secara benar. Tujuan utama hidup ke-Kristenan adalah menjadi seperti Kristus.  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6).  Setiap orang Kristen dipanggil meneladani Kristus dalam hidupnya dan mengikuti jejak hidup Kristus sehingga mampu menjadi serupa dengan Dia. Tentu kita bertanya, "Bagaimana mungkin sama seperti Kristus?" Dalam keilahian-Nya, tentu kita tidak akan pernah bisa dan tidak akan mungkin menjadi seperti Kristus. Namun, dalam aspek kemanusiaan-Nya, kita dapat seperti Kristus. Kristus telah membekali Roh Kudus di dalam diri kita. Roh Kudus itulah yang memampukan kita untuk hidup sama seperti yang Kristus hidupi.

Ada dua poin penting dari bacaan Injil hari ini yang dapat kita hayati atau hidupi dalam hidup harian kita. Pertama, rendah hati. Yesus Kristus adalah pribadi yang rendah hati.  Dia datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.  Orang yang rendah hati ialah orang yang tidak semata-mata memikirkan dirinya sendiri atau mencari pujian bagi diri sendiri, tetapi "...menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri"  (Flp 2:3). Hidup ke-Kristenan kita akan menjadi lebih bermakna, lebih bernilai hanya ketika kita rela melepaskan ego pribadi dan tidak mencari keuntungan hanya untuk memperkaya diri, tetapi sebaliknya memberi diri bagi sesama di sekitar. Kedua, semangat berbagi. Hari ini kita diajak untuk berbahagia dengan berbagi. Kebahagiaan itu sesungguhnya terletak pada semangat berbagi secara tulus kepada sesama yang lebih membutuhkan, bukan pada hasrat untuk dihormati atau dikenang sebagai orang yang murah hati. Yesus berkata: “Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh, dan orang-orang buta” (Luk.14:13). Mereka adalah orang-orang yang tidak akan mampu membalas kebaikan kita. Semangat berbagi yang tulus ialah semangat berbagi tanpa kalkulasi atau pertimbangkan untung rugi. Itulah satu bentuk hidup yang lahir dari dan diinspirasi oleh Roh Kudus.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, semoga hidup kami dibaharui dan digerakan oleh Roh Kudus dalam mencintai dan mengasihi sesama kami. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive