Featured Posts

Perjumpaan yang Menyelamatkan

January 4, 2019

SABTU

Hari Biasa dalam Masa Natal

Bacaan I : I Yoh, 3:11-21

Bacaan Injil : Yohanes 1:43-51

 

Seorang ahli Teologi pernah berkata: “Satu obor menyala, akan menyalakan obor-obor yang lain. Satu orang mendengar injil, maka akan tersiar ke semua penjuru.” Demikian yang terjadi dengan Filipus setelah ia mendapat panggilan dari Tuhan. Panggilan Tuhan itu mempengaruhi dirinya, sehingga ia meresponnya dengan menyebarkan panggilan itu kepada Natanael. Dikisahkan bahwa Filipus mula-mula bertemu dengan Yesus, ketika Yesus berangkat ke Galilea. Perjumpaan Filipus dengan Yesus membawa perubahan di dalam diri Filipus, di mana ia merasakan sentuhan spiritual Tuhan. Sentuhan spritual itu mendorong dia untuk menceritakan pada Natanael bahwa dia telah bertemu dengan Tuhan. Ketika Natanael mendengar khabar itu, dia mempertanyakan kebenaran keilahian Yesus karena Yesus yang diceritakan Filipus konon berasal dari Nazareth. Natanael tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias karena keluarga-Nya berasal dari Nazaret. Sikap skeptis Natanael ini menegaskan bahwa logika manusia pada umumnya selalu mengkotakkan Tuhan sesuai dengan perspektif manusia. Maka ketika Nasareth menjadi asal-usul Yesus, logika itu akan menolak ke-Mesias-an seorang Yesus. Bagi manusia, tidak mungkin hal yang buruk menjadi asal yang Mahakudus. Barangkali, logika semacam ini yang menghantaui pikiran Natanael. Sebagai seorang cendekiawan, natanael bersikap skeptis, penuh tanda tanya, dan pesimistis. Berhadapan dengan sikap skeptis ini, Filipus membawa Natanael langsung bertemu dengan Yesus. Natanael menjadi percaya justru ketika berjumpa dengan Tuhan. Perjumpaan itu berujung pada rasa kagum, optimis, juga pertobatan. Perjumpaan dengan Tuhan mengubah logika seorang Natanael yang skeptis dan pesimistis menjadi seorang yang percaya sungguh dan penuh optimistis.Bertolak belakang dengan sikap Natanael yang penuh pesimis dan skeptis, Yesus justru memunculkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri Natanael. Seperti memuji ketulusan hatinya sebagai Israel sejati, menghargai ketekunan Natanael mempelajari dan merenungkan hukum Taurat, sehingga mengatakan bahwa Ia melihat Natanael di bawah pohon ara. Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti bahwa Yesus melihat Natanael sedang bersungguh-sungguh mempelajari Taurat. Menyadari bahwa Yesus sedemikian dalam mengenalnya, hati Natanael tersentuh. Dia disadarkan oleh sentuhan spritual Tuhan, sehingga mengubahnya menjadi penuh iman dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Melalui perjumpaan Natanael dan Tuhan yang berujang pada perubahan sikap Natanael, Tuhan hendak menegaskan bahwa siapa yang percaya beroleh sukacita dalam kerajaan surga dan dipermuliakan, tetapi yang menolak Tuhan tidak akan melihat kerajaan surga. Maka ketika Tuhan menyatakan diri kepada kita, jangan tanya dari mana asal-Nya, bagaimana cara kerja-Nya, tetapi cukup buka hati-buka mata untuk panggilan-Nya. Betapa hubungan kita bersama Allah tidak lagi menjadi sesuatu yang menggelisahkan karena kita kehilangan makna spiritualitas kita sendiri ketika terlarut dengan segala macam rutinitas hidup. Kita begitu sibuk sampai tidak mendengar dan melihat atau mengalami dan merasakan perbuatan ajaib yang senantiasa Tuhan adakan untuk hidup kita. Kita butuh sentuhan spiritual Tuhan agar kita mampu buka hati-buka mata untuk mengalami kebesaran Tuhan dalam hidup.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, bantulah kami untuk tidak menyibukan diri agar kami dapat mendengarkan panggilan-Mu. Amen

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive