Featured Posts

“Aku Datang Untuk Engkau”

March 9, 2019

SABTU

Sesudah Rabu Abu

Bacaan I : Yes 58:9b-14

Bacaan Injil :Luk 5:27-32

 

Sebuah pepatah yang cocok dialamatkan kepada orang-orang farisi dalam bacaan injil hari ini yakni ”semut diseberang laut tampak, sedangkan gajah di kelopak mata tak tampak. Orang farisi suka melihat kesalahan orang lain meskipun kecil namun susah untuk melihat ke dalam dirinya sendiri. Selalu saja mereka menyembunyikan kesalahan besar yang diperbuatnya dan berusaha mencari kesalahan orang lain untuk dipersalahkan. Mereka sama seperti dokter yang hanya mau dan mampu mendiagnosa pasiennya dari jauh tetapi enggan untuk mau mendekati pasiennya dan tidak memiliki keinginan untuk mengobati dan menyembuhkan pasien. Tindakan ini berbeda dengan Yesus. Dalam kisah injil hari ini, Yesus memanggil lewi pemungut cukai. Dalam pandangan masyarakat Yahudi, kaum lewi merupakan kumpulan orang berdosa, yang dikucilkan dari pergaulan sehari-hari. Masyarakat menolak mereka bahkan menganggap najis jika berdekatan dengan kaum lewi. Yesus tidak menolak lewi malah menerimanya dengan senang hati. Hal ini dibuktikan dengan ia memanggil lewi. Yesus tidak memandangnya sebagai orang berdosa namun sebagai orang yang dikasihi dan diampuni. Yesus berkata bukankah orang sakit yang memerlukan tabib? Secara implisit kalimat ini mengungkapkan bahwa semua kita manusia adalah orang berdosa yang butuh penyelamat. Karena keberdosaan kita maka Bapa mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan kita. Tuhan sebagai seorang tabib yang ingin menyelamatkan pasti datang dan bergaul dengan pasien dan berusaha menyembuhkan atau membawa kepada keselamatan. Keselamatan dari Tuhan membutuhkan tanggapan yang positif dari manusia. Lewi sebagai seorang yang menerima panggilan Tuhan secara langsung membuka diri menerima tawaran keselamatan dari Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan mengubah hidupnya ke arah yang baik dan benar. Tanpa pikir panjang, ia mengikuti tawaran keselamatan dari Tuhan. Lewi seorang yang tahu tujuan hidup sehingga ia membiarkan diri diarahkan oleh Tuhan. Ia yakin bahwa bersama Tuhan tujuan hidup yang dicita-citakannya tercapai. Ia sungguh yakin bahwa Tuhan datang untuk dirinya, bukan untuk orang yang merasa diri suci. Injil hari ini mengajak kita untuk membiarkan diri diarahkan Tuhan sehingga sungguh terpenuhi bahwa kedatangan Tuhan ke dunia untuk kita umat yang percaya kepada-Nya.

 

DOA

Tuhan bantulah kami untuk membuka diri pada arahan dan tuntunan-Mu.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive