Tentang Unit Arnoldus Janssen

Unit Arnoldus berlokasi di kampung Nita Pleat, berada cukup jauh (± 2km) dari komunitas pusat Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Karena itu, jika ada kegiatan di komunitas pusat, di Ledalero, seperti kuliah, misa komunitas, atau kegiatan-kegiatan komunitas lainnya, maka para frater yang menghuni rumah ini selalu diantar-dijemput oleh mobil pick up. Berikut kisah kelahiran unit yang akrab disebut unit Nita Pleat ini.


    Cikal bakal lahirnya unit yang jauh dari keramaian ini (berjarak ± 500 m dari jalan umum) berawal dari bangunan Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD), yang ditangani oleh P. Frids Braun, SVD. Pembangunan sempat dihentikan karena gempa yang memporakporandakan wilayah Maumere pada tahun1992. Namun rumah yang hampir selesai dibangun itu tidak mengalami kerusakan yang berarti.


Pasca gempa, biara OCD memutusan untuk tidak melanjutkan pembangunanrumah ini. Mereka membangun rumah baru di Kupang. Karena itu, SVD membeli dan melanjutkan pembangunannya.Pada tahun 1993, rumah ini selesai dibangun. Penghuni pertamanya adalah Novis angkatan terakhir Ledalero(1993-1994). Selanjutnya, pada tahun 1994,rumah ini resmi dijadikan sebagi salah satu unit campuran, dan dihuni oleh para frater yang aktif kuliah di STFK Ledalero, dan P. Alfons Hayon, SVD sebagai prefek unit. Setahun kemudian, tahun 1995, satu paviliuntambahan selesai dibangun.
Sekarang unit yang terdiri dari 2 paviliun ini dihuni oleh 34 orang, dengan rincian 3 orang pastor pendamping (P. Paskalis Lina, SVD, P. Alex Jebadu, SVD, dan P. Georg Kirchberger, SVD), 2 orang tingkat VI, 4 orang tingkat V, 11 orang tingkat IV, 8 orang tingkat III, dan 6 orang tingkat II. Para frater tingkat V dan tingkat VI yang sudah berkaul kekal sedang menjalankan studi pasca sarjana untuk program Magister Teologi Kontekstual, dan para frater tingkat II-tingkat IV yang berkaul sementara sedang menjalankan studi untuk program Strata satu Filsafat.


Di unit yang diwarnai realitas keberagaman ini, kami diberi tanggung jawab untuk masak sendiri (masak makan malam), tapis beras, pelihara ternak (kambing, babi, anjing, dan ayam), mengolah hasil kebun seperti kelapa, hingga menanam sayur. Semua inibermaksud untuk meningkatkan kemandirian unit. 
Kemudian olahraga favorit kami adalah bermain futsal. Kami mengalihkan fungsi lapangan basket untuk mengekspresikan semangat bersepak bola. 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

@2017 | Design by CH95 Website Design

VISITOR 

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon