top of page

Melalui Estetika, Demi Sesama: Aletheia Adakan Pertemuan Awal Tahun

4 hours ago
2 min read
Anggota Aletheia berpose bersama setelah pertemuan awal tahun
Anggota Aletheia berpose bersama setelah pertemuan awal tahun

"Seni tidak sekadar estetika, dan berpikir bukan sekadar wacana; keduanya harus menyatu dengan realita dan derita kehidupan." Kata-kata dari seorang penyair Indonesia yang terkenal, W. S. Rendra, menggerakkan anggota komunitas teater Aletheia untuk menyelenggarakan pertemuan awal pada Kamis malam (17/9/2026). Pertemuan yang terjadi di depan perpustakaan Ledalero menjadi ajang perjumpaan kembali bagi anggota lama sekaligus perkenalan anggota baru.


Pertemuan awal tahun menjadi kegiatan wajib bagi komunitas teater Aletheia. Pertemuan tersebut memuat dua agenda besar. Agenda pertama, evaluasi dan laporan kegiatan komunitas teater Aletheia selama periode setahun yang telah berjalan. Agenda kedua merupakan serah terima jabatan dari ketua lama, Yohan Mataubana, kepada ketua baru, Fr. Micky Ofong, SVD, bersama jajaran staf. Selepas serah terima jabatan, agenda berlanjut menuju pemaparan program Aletheia untuk periode yang baru.


"Jujur, saya suka sekali dengan seni sastra. Aletheia sudah lama menjadi tempat saya berkembang dalam banyak hal. Teater membantu saya untuk semakin sadar akan kenyataan yang terjadi di sekitar saya," ujar Tria Stevania.


Pemaparan program periode baru identik dengan kaderisasi dan pelatihan kemampuan setiap anggota baik dalam penulisan naskah hingga pengolahan vokal dan gerak. Optimisme yang tampak dalam program periode baru turut menggerakkan semangat anggota untuk terlibat lebih aktif.

Fr. Micky Ofong, SVD, Ketua Aletheia Periode 2026/2027
Fr. Micky Ofong, SVD, Ketua Aletheia Periode 2026/2027

"Komunitas teater Aletheia tidak akan hidup tanpa teman-teman semua. Karena itu, mari kita berjalan bersama di periode yang baru ini," Fr. Micky, SVD menutup pertemuan dengan ajakan yang emosional.


Seni bukan semata-mata hadir untuk kepentingan hiburan. Seni menjadi ajang menyuarakan realitas, menggerakkan empati dan menguatkan solidaritas. Komunitas teater Aletheia melalui program-programnya berkomitmen membentuk kesadaran kolektif akan realitas melalui seni. Aletheia, Horoo!


Penulis: Fr. Gregorius Bagung Santur, SVD

 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page