top of page

RENUNGAN HARIAN || Minggu, 11 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXVIII Tahun Genap || Kenakanlah Pakaian Pesta Tuhan

21 hours ago
5 min read

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Yes 25:6-10a

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6

Bacaan II: Flp 4:12-14.19-20

Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18

Bacaan Injil: Mat 22:1-14


Bacaan I

Yes 25:6-10a

Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan,

dan menghapus air mata dari wajah semua orang.


Bacaan dari Kitab Yesaya:


Di Gunung Sion

Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa

suatu jamuan dengan masakan mewah,

suatu jamuan dengan anggur yang tua benar,

suatu jamuan dengan lemak dan sumsum

dan dengan anggur tua yang disaring endapannya.

Dan di atas gunung ini Tuhan akan mengoyakkan kain kabung

yang diselubungkan kepada segala suku

dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa.

Tuhan Allah akan meniadakan maut untuk seterusnya;

dan Ia akan menghapuskan air mata dari wajah semua orang.

Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi,

sebab Tuhan telah mengatakannya.


Pada waktu itu orang akan berkata,

"Sesungguhnya, inilah Allah kita,

yang kita nanti-nantikan supaya menyelamatkan kita.

Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan;

marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita

karena keselamatan yang diadakan-Nya!"

Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6

R:6cd

Aku akan tinggal di rumah Tuhan

sepanjang usia hidupku.


*Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang,

dan menyegarkan jiwaku.


*Ia menuntun aku di jalan yang lurus,

demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.


*Engkau menyediakan hidangan bagiku,

di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,

pialaku penuh berlimpah.


*Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,

seumur hidupku.

Aku akan diam di dalam rumah Tuhan

sepanjang masa.



Bacaan II

Flp 4:12-14.19-20

Segala perkara dapat kutanggung

dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:


Saudara-saudara,

aku tahu apa itu kekurangan,

dan aku pun tahu apa itu kelimpahan.

Dalam segala hal dan dalam segala perkara

tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku;

baik dalam hal kenyang maupun dalam hal kelaparan,

baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Segala perkara dapat kutanggung

dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Namun baik juga perbuatanmu,

bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu

menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.


Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil

Ef 1:17-18

Bapa Tuhan kita Yesus Kristus kiranya menerangi mata hatimu,

agar kamu mengerti

pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan kita.


Bacaan Injil

Mat 22:1-14

Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke pesta nikah ini.


Inilah Injil Suci menurut Matius:


Sekali peristiwa

Yesus berbicara kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi

dengan memakai perumpamaan.

Kata-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja

yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.

Ia menyuruh hamba-hambanya

memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu,

tetapi mereka tidak mau datang.


Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,

'Katakanlah kepada para undangan:

Hidangan sudah kusediakan,

lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.

Semuanya telah tersedia.

Datanglah ke perjamuan nikah ini!'

Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.

Ada yang pergi ke ladangnya,

ada yang pergi mengurus usahanya,

dan yang lain menangkap hamba-hamba itu,

menyiksa dan membunuhnya.


Maka murkalah raja itu.

Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana

untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu

dan membakar kota mereka.

Kemudian ia berkata kepada hamba-hambanya,

'Perjamuan nikah telah tersedia,

tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.

Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan

dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana

ke perjamuan nikah ini.'


Maka pergilah hamba-hamba itu

dan mereka mengumpulkan semua orang

yang dijumpainya di jalan-jalan,

orang-orang jahat dan orang-orang baik,

sehingga penuhlah ruang perjamuan nikah itu dengan tamu.


Ketika raja itu masuk untuk menemui para tamu,

ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.

Ia berkata kepadanya,

'Hai saudara,

bagaimana Saudara masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?

Tetapi orang itu diam saja.

Maka raja itu lalu berkata kepada hamba-hambanya,

'Ikatlah kaki dan tangannya

dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap,

di sana akan ada ratap dan kertak gigi.'

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikitlah yang dipilih."


Demikianlah sabda Tuhan.



RENUNGAN


Kenakanlah Pakaian Pesta Tuhan


Saudara-saudari pecinta Sang Sabda yang terkasih

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah bagi anaknya. Raja itu mengundang banyak orang untuk datang ke pestanya. Namun, sungguh mengecewakan, para undangan justru menolak undangan tersebut. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang mengurus usahanya, bahkan ada yang menangkap dan menganiaya para utusan raja itu.


Perumpamaan ini sesungguhnya menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia. Tuhan menyediakan perjamuan, mengirim undangan, dan memanggil kita manusia untuk mengambil bagian dalam perjamuan-Nya. Tuhan senantiasa mengundang kita untuk mengambil bagian dalam Kerajaan-Nya. Ia mengundang kita untuk mengalami kasih, keselamatan, dan sukacita bersama-Nya. Undangan itu diberikan kepada setiap orang tanpa membedakan latar belakang, masa lalu, maupun keadaan hidup kita.


Namun, kita perlu memeriksa tanggapan kita terhadap undangan Tuhan. Terkadang kesibukan kita membuat kita lupa menanggapi undangan Tuhan. Kadang rutinitas harian kita, membuat kita tidak lagi menyediakan waktu bagi Tuhan dan sesama. Kita begitu sibuk mengejar banyak hal hingga lupa pada yang paling mendasar: membangun relasi dengan Allah dan hidup dalam kasih.


Ketika para undangan pertama menolak, raja tidak membatalkan pestanya. Ia justru menyuruh para hambanya pergi ke persimpangan jalan dan mengundang siapa saja yang mereka jumpai, baik orang jahat maupun orang baik. Hal ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas. Tuhan membuka pintu keselamatan bagi semua orang. Apa pun masa lalu kita, sebesar apa pun kesalahan kita, dan bagaimana pun orang lain menilai diri kita, Tuhan tetap menawarkan kesempatan untuk datang kepada-Nya. Yang terpenting adalah apakah kita bersedia membuka hati dan menanggapi undangan-Nya.


Tetapi juga hal yang mesti diingat adalah bahwa tanggapan kita terhadap undangan Tuhan harus disertai perubahan hidup. Ketika raja masuk ke ruang perjamuan, ia menemukan seorang tamu yang tidak mengenakan pakaian pesta. Tamu itu kemudian ditegur dan dikeluarkan dari perjamuan. Pakaian pesta adalah tanda kesiapan batin dan hidup yang sesuai dengan panggilan Allah. Artinya, kita tidak cukup hanya menerima undangan Tuhan. Kita juga dipanggil untuk mengenakan pakaian pesta dan mengalami perubahan hidup. Tidak cukup hanya mengaku sebagai orang Kristen; iman itu perlu kita wujudkan dalam tindakan nyata. Iman kita harus tampak dalam kejujuran, pengampunan, kepedulian kepada orang miskin, dan kesediaan menolong mereka yang menderita.


Saudara-saudari pecinta Sang Sabda yang terkasih

Undangan Tuhan itu masih diberikan kepada kita hari ini. Setiap kali kita mendengar firman Tuhan, kita sedang menerima undangan. Setiap kali hati kita tergerak untuk berdoa, kita sedang menerima undangan. Setiap kali kita dipanggil untuk mengampuni seseorang, kita sedang menerima undangan. Setiap kali kita melihat orang yang membutuhkan pertolongan, kita sedang menerima undangan. Setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita menanggapi undangan untuk datang ke perjamuan Tuhan.


Saudara-saudari pecinta Sang Sabda yang terkasih

Hari ini kita semua diundang Tuhan untuk masuk ke dalam perjamuan-Nya. Mari kita kita datang dengan membawa seluruh pergulatan hidup kita, suka duka, kelemahan dan keterbatasan kita, sembari juga dengan mengenakan pakaian pesta, sebab semuanya telah tersedia bagi kita.


***


Fr. Fidelis Woka Lein, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page