• Frt. Basti Sa’u SVD

Nabi Palsu dan Nabi Sejati


RABU

Bacaan Pertama : 2Raj. 22:8-13; 23:1-3

Bacaan Injil : Mat. 7:15-20

Nabi-nabi palsu dalam menjalankan tugas pewartaan, selalu ingin didengarkan oleh umat. Tidak jarang di antara mereka sering terjadi persaingan. Persaingan itu diwarnai oleh adanya kriteria siapa yang paling benar dan yang mempunyai pengikut terbanyak.


Mereka itu dikatakan nabi palsu karena mereka tidak mewartakan apa yang semestinya dilakukan, melainkan hanya mewartakan dirinya sendiri dan untuk kepentingannya sendiri. Hal itu dapat kita lihat dari buah-buahnya, dari manfaat pewartaan mereka. Di tengah banyaknya nabi palsu kita mempunyai Nabi sejati adalah Tuhan Yesus sendiri yang mewartakan kehendak Allah Bapa-Nya dan berkorban untuk banyak orang.


Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk menjadi nabi. Nabi harus berusaha membesarkan nama Tuhan, dan bukan nama pribadinya. Tuhan harus semakin besar dan kita harus semakin kecil. Itu adalah ciri menjadi nabi yang benar. Kita hendaknya belajar dari Tuhan Yesus, berkarya demi Allah, BapaNya. Ia merelakan diri mewartakan Injil walaupun dihina dan diolok-olok. Kita hendaknya berusaha mencontohi Yesus, Nabi sejati.


DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, kami memohon bantuan-Mu agar menjadikan kami pengikut-pengikut-Mu yang setia. Mampukanlah untuk mewartakan kemuliaan-Mu. Amin.



Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

@2017 | Design by CH95 Website Design

VISITOR 

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon