• [Frt. Sintus Bria, SVD]

Hal Mengikuti Yesus


RABU

Pekan Biasa XXVI

Bacaan I : Ayub 9:1-12,14-16

Bacaan Injil : Lukas 9:57-62


Pencinta Sang Sabda yang terkasih, bacaan injil hari ini mau memperlihatkan bagaimana Yesus menunjukan kepada ketiga orang itu, tentang hal mengikuti Dia. Yesus selalu menggunakan perumpamaan dalam mewartakan Kerajaan Allah. Demikian pun hal yang sama Yesus pakai dalam bacaan injil hari ini. “Setiap orang yang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, dialog yang terjadi antara Yesus dan ketiga orang itu kemudian memampukan kita untuk melihat dasar atau komitmen dalam mengikuti Yesus. Pertama, mengikuti Yesus bukan soal seberapa keuntungan yang kita peroleh. Ketika orang pertama mengatakan bahwa akan mengikuti Yesus, sebenarnya dia ingin terkenal dan punya posisi. Jawaban Yesus akhirnya menyadarkan kita sekalian bahwa, motifasi mengikuti Dia bukan semata-mata untuk sebuah popularitas. Kita seharusnya dapat memahami keuntungan dalam mengikuti Yesus itu dengan sebuah keselamatan, kesembuhan, damai, sukacita dan persaudaraan. Kedua, mengikuti Yesus artinya tidak menomorduakan Yesus. Alasan orang kedua untuk tidak segera mengikuti Yesus adalah, dia ingin menguburkan bapaknya terlebih dahulu. Kita mencoba memahami alasan orang kedua ini sebagai usaha untuk memperlihatkan rasa sayang terhadap kelurga. Akan tetapi saya mengajak kita sekalian untuk memahami alasan itu dalam konteks kita saat ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah sungguh mendahulukan Tuhan? Atau kita lebih cenderung mencintai harta, waktu, kedudukan atau popularitas? Komitmen mengikuti Yesus adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Bukankah Yesus sendiri berkata bahwa carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan bagimu. Ketiga, mengikuti Yesus menuntut kita untuk tidak membagi hati. Orang ketiga ingin mengikuti Yesus tetapi setelah dia berpamitan dengan keluarganya. Permintaan ini sepertinya sangat wajar. Tetapi melalui jawaban Yesus, kita tahu bahwa ijin orang itu bermaksud bukanlah sekedar ijin, tetapi hatinya terbagi. Jika demikian, seperti tipologi yang Yesus sebutkan. “jika seseorang mau membajak tetapi masih melihat ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.


DOA

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, mampukanlah kami untuk menanamkan rasa cinta dan komitmen dalam mengikuti Yesus. Amen





Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

@2017 | Design by CH95 Website Design

VISITOR 

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon