top of page

BERSUKACITA KARENA ALLAH, BUKAN KARENA KEBERHASILAN

3 hours ago
4 min read

RENUNGAN HARIAN

Sabtu, 3 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXVI Tahun Genap


Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Ayb 42:1-3.5-6.12-16

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Bacaan Injil: Luk 10:17-24


Bacaan I

Ayb 42:1-3.5-6.12-16

Sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Maka aku mencabut perkataanku.


Bacaan dari Kitab Ayub:


Ayub berkata kepada Tuhan,

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu,

dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Sabda-Mu:

Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan?

Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah berceritera

tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau,

tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku

dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."


Maka Tuhan memberkati Ayub dalam kelanjutan hidupnya

lebih daripada dalam hidup yang dahulu.

Ayub mendapat empat belas ribu ekor kambing domba,

dan enam ribu unta, seribu pasang lembu,

dan seribu ekor keledai betina.

Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki

dan tiga orang anak perempuan.

Anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima,

yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.

Di seluruh negeri

tidak terdapat wanita yang secantik anak-anak Ayub.

Ayub mewariskan kepada mereka bagian milik pusaka

seperti kepada anak-anaknya laki-laki.

Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya.

ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya

sampai keturunan yang keempat.

Maka Ayub meninggal dunia pada usia yang tua dan lanjut.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 119:66.71.75.91.125.130

R:135a

Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu.


*Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik,

sebab aku percaya pada perintah-perintah-Mu.


*Memang baik bahwa aku tertindas,

supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.


*Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil;

dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.


*Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada,

sebab segala sesuatu melayani Engkau.


*Hamba-Mulah aku ini, buatlah aku mengerti,

supaya aku paham akan peringatan-peringatan-Mu.


*Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang,

memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.



Bait Pengantar Injil

Mat 11:25

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,

sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.



Bacaan Injil

Luk 10:17-24

Bersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Pada waktu itu

ketujuh puluh dua murid Yesus kembali dari perutusannya dengan gembira

dan berkata,

"Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu."

Lalu kata Yesus kepada mereka,

"Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kalian

kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking

dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh,

sehingga tiada yang dapat membahayakan kalian.

Namun demikian janganlah bersukacita

karena roh-roh itu takluk kepadamu,

tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga."


Pada waktu itu juga

bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata,

"Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi,

karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai,

tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.

Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.

Segala sesuatu telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku

dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa,

dan siapakah Bapa selain Anak

dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya."


Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada para murid dan berkata,

"Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat.

Karena Aku berkata kepada kamu:

Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat,

tetapi tidak melihatnya

dan ingin mendengar apa yang kalian dengar,

tetapi tidak mendengarnya."


Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan


Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus

Terkadang ada momen-momen tertentu dalam hidup ketika kita merasa bangga karena berhasil melakukan sesuatu. Kita merasa senang ketika pekerjaan kita dihargai, pelayanan kita diterima, usaha kita membuahkan hasil, dan orang lain mengakui apa yang telah kita lakukan. Perasaan demikian adalah sesuatu yang manusiawi.

Namun, Injil hari ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan bukanlah sumber sukacita yang paling dalam. Para murid kembali kepada Yesus dengan penuh sukacita karena mereka mengalami keberhasilan dalam perutusan. Mereka melihat bahwa pewartakan yang mereka lakukan membawa perubahan. Akan tetapi Yesus mengarahkan sukacita mereka kepada sesuatu yang lebih mendalam yakni relasi mereka dengan Allah. Dengan demikian, Yesus mengajarkan bahwa seorang murid tidak boleh mengukur nilai dirinya hanya berdasarkan keberhasilan dalam pelayanan, banyaknya karya yang dilakukan atau pengakuan dari manusia. Sering kali kita pun mudah terjebak dalam cara berpikir demikian.


Saudara-saudari yan terkasih

Ketika berhasil, kita merasa diri berharga sebaliknya ketika mengalami kegagalan, kita merasa diri tidak berarti. Ketika kita mendapatkan pujian, kita merasa bersemangat dan ketika kita tidak mendapatkan perhatian, kita akan meresa kecewa dan putus asa. Padahal, harga diri manusia tidak pernah ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan, melainkan oleh kasih Allah yang senantiasa menyertai kita.


Saudara-saudari yang terkasih

Bacaan pertama dari Kitab Ayub memperlihatkan seseorang yang mengalami perjalanan panjang dalam memahami Allah. Pada akhirnya Ayub menyadari bahwa pengetahuan manusia tentang Allah sangat terbatas. Ada misteri Allah yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh pikiran manusia. Karena itu, iman bukan terutama tentang memiliki semua jawaban, melainkan tentang belajar percaya kepada Allah, bahkan ketika kita belum memahami seluruh jalan hidup kita.


Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun mungkin mengalami berbagai hal yang tidak sesuai dengan harapan. Ada doa yang belum terjawab, rencana yang tertunda, pelayanan yang kurang dihargai, persahabatan yang mengecewakan, atau masa depan yang masih penuh tanda tanya. Dalam keadaan seperti itu, kita diajak untuk belajar seperti Ayub: tetap percaya bahwa Allah hadir, bahkan ketika kita belum mampu melihat dengan jelas karya-Nya.


Hari ini juga merupakan Sabtu Imam, karena itu kita dapat mendoakan para imam dan semua yang dipanggil untuk melayani Tuhan. Semoga mereka tidak mencari kebesaran diri melalui pelayanan, tetapi menemukan sukacita dalam memberikan diri bagi Allah dan sesama. Pada akhirnya, pertanyaan penting bagi kita bukanlah, “Seberapa besar keberhasilanku?” melainkan “Apakah melalui hidup dan pelayananku, aku semakin dekat dengan Allah?” Sebab keberhasilan dapat berlalu, pujian manusia dapat hilang, dan karya-karya kita suatu hari akan selesai. Namun, kasih Allah tetap menjadi dasar yang tidak berubah.


Kiranya setiap keberhasilan membuat kita semakin rendah hati, setiap kegagalan membuat kita semakin percaya, dan setiap pelayanan membuat kita semakin dekat dengan Kristus. Karena sukacita terbesar seorang murid bukanlah ketika namanya dikenal oleh manusia, melainkan ketika hidupnya semakin dikenal dan dikasihi oleh Allah.


Semoga Tuhan memberkati kita.

Amin


***


Fr. Frederik Sirilius Yulius Agung Nali, SVD


Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page