top of page

Final Rektor Cup 2026: Derby Teologan, Juara Baru, dan Masa Jaya yang Belum Selesai

  • 2 days ago
  • 3 min read

Kapten Helena FC, Okto Sumarto, menerima trofi dan sertifikat kejuaraan dari Pater Yanus Lobo, SVD.
Kapten Helena FC, Okto Sumarto, menerima trofi dan sertifikat kejuaraan dari Pater Yanus Lobo, SVD.

Final Rektor Cup Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero di Lapangan Wairpelit menjelma menjadi panggung besar bagi kedua tim yang sama-sama datang dengan ambisi dan harga diri: Fransiskus FC dan Helena FC.


Final Rektor Cup kali ini terbilang unik lantaran kedua tim diisi oleh para pemain veteran yang saat ini tengah duduk di bangku Teologan I dan Teologan II. Di bawah kepemimpinan wasit Diego Liko, laga ini berlangsung sangat seru dan dramatis.


Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan yang lugas dan atraktif.


Fransiskus FC yang diperkuat beberapa mantan punggawa Arsenal Ledalero seperti Charli Ka’u, Yohan Rudin, bek tangguh Will Oki, dan legenda hidup Persami Maumere, Yance Wene, mencoba memeragakan umpan-umpan pendek terukur dengan kombinasi umpan panjang.


Pola permainan yang menonjolkan variasi umpan dan rotasi antarpemain yang cair ini beberapa kali mampu mengancam gawang Helena FC.


Di sisi lain, Helena FC yang juga membawa beberapa pemain kunci seperti Risno Muda, Aping, Okto Sumarto, Bren Geda, dan Cente, menampilkan gaya permainan yang lebih mengandalkan umpan-umpan panjang dan serangan balik.


Gaya permainan tersebut didukung trisula maut Helena FC yang memiliki kecepatan di atas rata-rata, serta barisan pemain tengah dengan akurasi umpan yang baik.


Gaya permainan umpan panjang yang diperagakan Helena FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-15 setelah umpan panjang yang diarahkan oleh Ito Halley berhasil dikonversi menjadi gol oleh Loys Adiman.


Gol tersebut bermula dari kemelut yang terjadi di sepertiga wilayah pertahanan Helena FC. Ito Halley, gelandang bertahan Helena FC, berhasil menjinakkan agresivitas lini serang Fransiskus FC yang sejak awal menggempur barisan pertahanan Helena.


Ito yang mendapat bola liar kemudian mengirimkan umpan terukur ke area pertahanan Fransiskus FC. Garis pertahanan tinggi yang diterapkan Fransiskus FC membuka celah cukup lebar, sehingga dimanfaatkan dengan baik oleh Loys menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Helena FC.


Fransiskus FC merespons gol tersebut dengan kembali merancang pola penyerangan yang lebih taktis. Namun, agresivitas lini tengah Fransiskus FC yang dimotori Yance Wene dan Mendez da Costa mampu diredam dengan baik oleh barisan gelandang Helena FC yang dikomandoi gelandang bertahan tangguh, Ito Halley.


Pertarungan lini tengah itu akhirnya membuahkan peluang bagi Fransiskus FC setelah Charli Kau dijatuhkan di area tengah pertahanan Helena. Gol balasan kemudian tercipta setelah Rian Tap, sayap kanan lincah milik Fransiskus FC, berhasil menyarangkan bola ke gawang Helena FC melalui tendangan bebas. Skor menjadi 1-1.


Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat, intensitas serangan meninggi, dan setiap sentuhan bola terasa lebih menentukan. Fransiskus FC kemudian mampu memimpin skor setelah menciptakan gol yang bermula dari skema bola mati.


Umpan set piece yang dieksekusi oleh Yance Wene mengarah ke tiang jauh. Rian Tap yang menerima umpan tersebut kemudian memberikan assist kepada pemain senior Charli Kau. Gol Charli membuat Fransiskus FC memimpin sementara dengan skor 2-1.


Skor tersebut memompa semangat para pemain Fransiskus FC. Mereka kembali melancarkan beberapa serangan berbahaya ke area pertahanan Helena FC. Namun, kokohnya duet bek tengah Helena FC, Aping dan Cente, membuat banyak serangan Fransiskus FC tak membuahkan hasil.


Helena FC menolak menyerah. Mereka tetap mencoba membangun serangan dengan sabar, taktis, dan terorganisasi. Beberapa kali mereka melancarkan serangan balik berbahaya, namun lini belakang Fransiskus FC yang dikawal Will Oki dan Yohan Rudin masih mampu meredam agresivitas tersebut.


Dalam tekanan permainan yang semakin intens, Helena FC akhirnya menemukan momentum. Ferdin Reo, pemain pengganti yang dikenal dengan kecepatan dan kemampuan pressing tinggi, berhasil memperpanjang asa Helena FC setelah melesatkan tendangan keras ke gawang Fransiskus FC.


Gol tersebut berawal dari kerja sama apik antara Okto, Ito, dan Ferdin, yang memecah konsentrasi barisan pertahanan Fransiskus FC sehingga lalai menjaga pergerakan Ferdin yang cepat dan penuh determinasi. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Laga kemudian dilanjutkan ke adu penalti, fase yang lebih menyerupai ujian mental daripada sekadar keterampilan teknis.


Di titik inilah drama final mencapai puncaknya. Satu per satu penendang maju dengan beban di pundak mereka. Helena FC akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Felix Nggo, kiper tangguh yang tampil cukup gemilang sepanjang turnamen, berhasil menggagalkan tendangan salah satu eksekutor Fransiskus FC.


Dengan kemenangan ini, Helena FC resmi menjadi juara Rektor Cup Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero 2026. Bagi Helena FC, kemenangan ini bukan sekadar euforia, melainkan buah dari kerja sama, kolektivitas tim, dan kekompakan.


Di sisi lain, status runner-up yang diraih Fransiskus FC menjadi bukti bahwa masa puncak mereka belum selesai. Hasil yang mereka capai mencerminkan betapa berbahayanya mereka pada masa kejayaan.


Mereka masih mampu menunjukkan permainan terbaik sepanjang turnamen dan menjadi momok bagi lawan-lawannya, meski usia tak lagi muda.*


*Fr. Brury Peamole, SVD

 
 
 

1 Comment


broerypeamole
2 days ago

Proficiat untuk kae2 unit Helena yang sudah menjuarai Rektor Cup 2026. Sumpah, kalian tdi sangat menghibur. Untuk para calon diakon dari FX, tetap semangat. Saya membayangkan kalau peluang Kae Charli di menit akhir tadi gol, maka fix kalian juara. Terima kasih untuk kedua tim kaerna sudah menampilkan permainan yang seru, menegangkan, dan penuh sportifitas.


Like

VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page