top of page

Jalan Iman Menuntut Keberanian

21 hours ago
4 min read

RENUNGAN HARIAN

Sabtu, 26 September 2026 - Pekan Biasa ke-XXV Tahun Genap


PF S. Kosmas dan S. Damianus, Martir

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Pkh 11:9-12:8

Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6.12-14.17

Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b

Bacaan Injil: Luk 9:43b-45


Bacaan I

Pkh 11:9-12:8

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu,

sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula,

dan roh kembali kepada Allah.


Bacaan dari Kitab Pengkhotbah:


Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu.

Biarlah hatimu bergembira pada masa mudamu,

dan turutilah keinginan hati dan pandangan matamu.

Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini

Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

Buanglah kesedihan dari hatimu

dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu,

karena masa muda dan fajar hidup adalah kesia-siaan.


Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu,

sebelum tiba hari-hari yang malang

dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan,

'Tiada kesenangan bagiku di dalamnya,'

sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap,

dan awan-awan datang kembali sesudah hujan,

pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar,

dan orang-orang kuat membungkuk,

dan wanita-wanita penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya,

dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur;

sebelum pintu-pintu di tepi jalan tertutup,

dan bunyi penggilingan menjadi lemah,

dan suara menjadi seperti kicauan burung,

dan semua penyanyi wanita tunduk;

sebelum orang menjadi takut berdiri di ketinggian,

dan ketakutan ada di jalan,

sebelum pohon badam berbunga,

dan belalang menyeret dirinya dengan susah payah,

dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi

karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal

dan peratap-peratap berkeliaran di jalan;

sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan,

sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air

dan roda timba dirusakkan di atas sumur,

dan debu kembali menjadi tanah seperti semula

dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.


Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah,

segala sesuatu adalah kesia-siaan!


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 90:3-6.12-14.17

R:1

Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan bagi kami turun-temurun.


*Engkau mengembalikan manusia kepada debu,

hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"

Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin

atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.


*Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi,

seperti rumput yang bertumbuh,

di waktu pagi tumbuh dan berkembang,

di waktu petang lisut dan layu.


*Ajarlah kami menghitung hari-hari kami,

hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Kembalilah, ya Tuhan -- berapa lama lagi? --

dan sayangilah hamba-hamba-Mu!


*Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,

supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat.

Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami!

Teguhkanlah perbuatan tangan kami,

ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!



Bait Pengantar Injil

2Tim 1:10b

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut,

dan menerangi hidup dengan Injil.



Bacaan Injil

Luk 9:43b-45

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.

Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini:

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."


Mereka tidak mengerti perkataan itu,

sebab artinya tersembunyi bagi mereka,

sehingga mereka tidak dapat memahaminya.

Dan mereka tidak berani

menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.


Renungan


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan

Sabda bahagia hari ini kembali menyapa kita untuk saling mengingatkan dalam iman, bahwa mengikuti Yesus berarti menerima jalan yang sering kali berbeda dari keinginan kita. Dalam bacaan yang telah kita dengar, dikisahkan bahwa ketika orang banyak masih mengagumi Yesus, Ia justru menyampaikan kepada para murid bahwa Anak Manusia akan diserahkan kepada tangan manusia. Para murid tidak memahami perkataan itu, sebab mereka masih melihat Yesus dari sisi kemuliaan dan kuasa. Di sini Yesus mengajarkan bahwa iman tidak berhenti pada kekaguman terhadap karya-Nya, melainkan bertumbuh melalui kesediaan memahami, menerima, dan menjalankan kehendak Allah.


Kita pun sering berada dalam situasi yang sama. Kita mudah bersyukur ketika hidup berjalan sesuai harapan. Kita merasa Tuhan dekat ketika doa dikabulkan, pekerjaan berhasil, studi berjalan lancar, keluarga hidup dalam kedamaian, atau rencana yang kita susun tercapai. Namun ketika muncul kegagalan, persoalan keluarga, kesalahpahaman, kecewaan, atau masa depan yang terasa tidak jelas, kita mulai bertanya mengapa Tuhan membiarkan semua itu terjadi. Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa kehadiran Tuhan tidak hanya tampak dalam keberhasilan. Ia juga menyertai kita ketika jalan hidup menuntut kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hati.


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan

Di tengah dunia yang mengajarkan kita mengejar kenyamanan dan hasil cepat, Yesus mengajarkan kesetiaan. Jalan iman membutuhkan keberanian untuk tetap melangkah, bahkan saat kita belum melihat jawaban dari Tuhan bagi hidup kita.


Dalam kehidupan sehari-hari, mengikuti Yesus berarti berani melakukan yang benar meskipun tidak selalu mudah. Ketika kita disakiti, kita belajar mengampuni. Ketika terjadi perbedaan pendapat, kita mendengarkan sebelum menjawab. Ketika sesama kita mengalami kesulitan, kita tidak memilih untuk menjauh, melainkan hadir dan membantu sesuai kemampuan kita. Ketika mendapat kesempatan untuk berbuat baik, kita tidak menunggu dipuji. Bahkan dalam tugas dan tanggung jawab sederhana, seperti belajar dengan tekun, menjalankan pekerjaan dengan jujur, menghargai orang lain, dan menjaga persatuan, kita sedang belajar memikul salib kehidupan bersama Kristus.


Para murid belum memahami perkataan Yesus, tetapi ketidakpahaman itu tidak menjadi alasan untuk berhenti mengikuti-Nya. Kita pun tidak selalu mengerti mengapa sebuah persoalan harus terjadi. Yang penting adalah tetap percaya bahwa Tuhan bekerja dalam proses hidup kita. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, jangan segera menyimpulkan bahwa Tuhan meninggalkan kita. Berhentilah sejenak, berdoalah, dengarkan Sabda-Nya, dan tanyakan: apa yang Tuhan ingin ajarkan melalui pengalaman ini?


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan

Hari ini kita dipanggil untuk mengubah cara memandang kesulitan. Salib bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari jalan menuju kehidupan. Semoga kita menjadi pribadi yang tetap setia, ketika keadaan berubah, tetap berharap ketika jawaban belum datang, dan tetap berbuat baik ketika tidak mendapat penghargaan. Dengan demikian, iman kita menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan melalui hidup kita, orang lain dapat mengalami kasih serta kehadiran Tuhan.


***


Fr. Kristoforus Kapitan, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page