top of page

Siapakah Yesus bagi Saya?

22 hours ago
3 min read

RENUNGAN HARIAN

Kamis, 24 September 2026 - Pekan Biasa ke-XXV Tahun Genap


Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Pkh 1:2-11

Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6.12-14.17

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6

Bacaan Injil: Luk 9:7-9


Bacaan I

Pkh 1:2-11

Tiada sesuatu yang baru di bawah matahari.


Bacaan dari Kitab Pengkhotbah:


Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka,

segala sesuatu adalah sia-sia!

Apakah gunanya

manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang,

tetapi bumi tetap ada.

Matahari terbit, matahari terbenam,

lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara,

terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh;

ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia;

mata tidak bosan-bosan melihat, telinga tidak puas-puas mendengar.

Apa yang pernah ada akan ada lagi,

dan yang pernah dibuat akan dibuat lagi;

tiada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, "Lihatlah, ini baru!"

Tetapi sebenarnya hal itu dahulu sudah ada, lama sebelum kita.

Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada,

dan dari masa depan yang masih akan datang pun

tidak akan ada kenang-kenangan

pada mereka yang hidup sesudahnya.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 90:3-6.12-14.17

R:1

Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.


*Tuhan, Engkau mengembalikan manusia kepada debu,

hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"

Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin,

atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.


*Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi,

seperti rumput yang bertumbuh,

di waktu pagi tumbuh dan berkembang,

di waktu petang lisut dan layu.


*Ajarlah kami menghitung hari-hari kami,

hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Kembalilah, ya Tuhan -- berapa lama lagi? --

dan sayangilah hamba-hamba-Mu!


*Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,

supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat.

Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami!

Teguhkanlah perbuatan tangan kami,

ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!



Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;

hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.



Bacaan Injil

Luk 9:7-9

Yohanes kan telah kupenggal kepalanya.

Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala yang terjadi,

ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan,

bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali,

dan ada pula yang mengatakan,

bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya.

Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"

Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.


Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan


Saudara dan saudari pecinta Sang Sabda yang dikasihi Kristus Yesus


Injil hari ini menceritakan tentang Herodes yang mendengar berbagai berita tentang Yesus. Ada yang mengatakan bahwa Yohanes telah bangkit. Ada juga yang mengatakan Elia telah muncul, dan ada pula yang mengatakan bahwa seorang nabi zaman dahulu telah bangkit. Mendengar semua itu, Herodes merasa gelisah, cemas dan bertanya, Siapakah Dia ini? Herodes sebenarnya sudah mendengar banyak hal tentang Yesus. Ia tahu bahwa Yesus melakukan banyak hal yang luar biasa. Namun, persoalannya adalah ia belum sungguh-sungguh mengenal siapa Yesus. Ia hanya mendengar cerita dari orang lain dan kemudian merasa penasaran.


Di sinilah Injil mengajak kita untuk melihat kehidupan kita sendiri. Kita hampir setiap hari mendengar tentang Yesus. Kita mendengar Injil setiap hari, berdoa, mengikuti Ekaristi, membaca Kitab Suci, dan mendengarkan renungan. Namun, pertanyaannya: apakah kita sungguh mengenal Yesus dalam kehidupan kita? 


Kadang-kadang kita seperti Herodes. Kita mendengar firman Tuhan, tetapi ketika firman itu menegur kehidupan kita, kita tidak mau berubah. Kita tahu bahwa mengampuni itu baik, tetapi kita masih menyimpan dendam. Kita tahu bahwa kejujuran itu penting, tetapi kita masih memilih kebohongan ketika itu menguntungkan diri sendiri. Kita tahu bahwa kasih adalah perintah Tuhan, tetapi kita masih mudah membenci dan menghakimi sesama. Karena itu, pertanyaan Herodes “Siapa Dia?” sebenarnya juga menjadi pertanyaan bagi kita: “Siapakah Yesus bagi saya?” Apakah Yesus hanya seseorang yang saya dengar dalam Injil? Apakah Dia hanya nama yang saya sebut dalam doa? Ataukah Dia sungguh-sungguh Tuhan yang saya percayai dan ikuti?


Saudara dan saudari pecinta Sang Sabda yang dikasihi Kristus Yesus.


Mengenal Yesus harus tampak dalam kehidupan nyata. Ketika kita mengenal Yesus, kita belajar untuk menjadi lebih sabar, rendah hati, mau mengampuni, peduli kepada orang lain, dan berani melakukan kebaikan meskipun tidak selalu mendapat penghargaan. Karena itu, pesan Injil hari ini sederhana: jangan hanya menjadi orang yang banyak mendengar tentang Yesus, tetapi jadilah orang yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya. Biarkan Sabda Tuhan yang kita dengar setiap hari masuk ke dalam hati, kemudian diwujudkan dalam tindakan konkret. Semoga melalui doa, Kitab Suci, Ekaristi, dan pengalaman hidup sehari-hari, kita semakin mengenal Yesus. Dan akhirnya, hidup kita sendiri menjadi jawaban atas pertanyaan, “Siapakah Yesus?” Jawabannya bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui hidup yang semakin menyerupai-Nya: suka mengasihi, mengampuni, melayani, dan membawa damai kepada semua orang. Amin


***


Fr. Sebastianus Iyai, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page