top of page

RENUNGAN HARIAN || Minggu, 1 November 2026 - Pekan Biasa ke-XXXI Tahun Genap || Jalan Menuju Kerajaan Allah

24 minutes ago
4 min read

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: Why 7:2-4.9-14

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6

Bacaan II: 1Yoh 3:1-3

Bait Pengantar Injil: Mat 11:28

Bacaan Injil: Mat 5:1-12a


Bacaan I

Why 7:2-4.9-14

Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak

yang tidak terhitung jumlahnya;

mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa.


Bacaan dari Kitab Wahyu:


Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat

muncul dari tempat matahari terbit.

Ia membawa meterai Allah yang hidup.

Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat

yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

katanya,

"Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon

sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami

pada dahi mereka!"


Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu:

seratus empat puluh empat ribu

yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.


Kemudian dari pada itu

aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak

yang tidak terhitung jumlahnya,

dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa.

Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba,

memakai jubah putih,

dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Dengan suara nyaring mereka berseru,

"Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta,

dan bagi Anak Domba!"


Dan semua malaikat berdiri

mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk

yang ada di sekeliling takhta itu.

Mereka tersungkur di hadapan takhta itu

dan menyembah Allah sambil berkata,

"Amin! Puji-pujian dan kemuliaan,

hikmat dan syukur,

hormat, kekuasaan dan kekuatan

bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"


Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku,

"Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu,

dan dari manakah mereka datang?"

Maka kataku kepadanya,

"Tuanku, Tuan mengetahuinya!"

Lalu ia berkata kepadaku,

"Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar!

Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih

di dalam darah Anak Domba."


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6

R:6

Inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.


*Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,

jagat dan semua yang diam di dalamnya.

Sebab Dialah yang mendasarkannya bumi di atas lautan,

dan menegakkannya di atas sungai-sungai.


*Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan.


*Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan

dan keadilan dari Allah, penyelamatnya.

Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan,

yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.



Bacaan II

1Yoh 3:1-3

Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.


Bacaan dari Surat pertama Rasul Yohanes:


Saudara-saudara terkasih,

Lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita,

sehingga kita disebut anak-anak Allah,

dan memang kita sungguh anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita,

sebab dunia tidak mengenal Dia.


Saudara-saudaraku yang kekasih,

sekarang kita ini sudah anak-anak Allah,

tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata.

Akan tetapi kita tahu bahwa,

apabila Kristus menyatakan diri-Nya,

kita akan menjadi sama seperti Dia,

sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,

ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.


Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil

Mat 11:28

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,

Aku akan memberi kelegaan kepadamu.


Bacaan Injil

Mat 5:1-12a

Bersukacita dan bergembiralah,

karena besarlah ganjaranmu di surga.


Inilah Injil Suci menurut Matius:


Sekali peristiwa

ketika melihat banyak orang yang datang,

Yesus mendaki lereng sebuah bukit.

Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya.

Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya,

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah orang yang berdukacita,

karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut,

karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,

karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hati,

karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya,

karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai,

karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah kamu,

jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya,

dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat;

bersukacita dan bergembiralah,

karena besarlah ganjaranmu di surga."


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


Jalan Menuju Kerajaan Allah


Bapak ibu saudara saudari dalam Kristus. Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan sebuah ajaran Yesus yang sangat mendalam, yakni Sabda Bahagia. Peristiwa ini terjadi pada awal pelayanan Yesus di Galilea, ketika bangsa Israel masih hidup di bawah kekuasaan Romawi. Pada masa itu, banyak orang menaruh harapan kepada seorang Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan, memulihkan kejayaan bangsa, dan mengembalikan kemakmuran serta kekuasaan seperti pada zaman dahulu. Mereka membayangkan seorang pembebas yang kuat, berkuasa, dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Namun, Yesus datang dengan membawa sebuah pemahaman yang berbeda. Ia datang untuk mewartakan sebuah jalan hidup yang baru, yaitu jalan menuju Kerajaan Allah.


Sabda Bahagia mengajak kita menyadari bahwa hidup dalam Kerajaan Allah berawal dari hati yang miskin di hadapan-Nya, yakni kesadaran bahwa kita sepenuhnya bergantung pada rahmat dan kasih-Nya. Kebahagiaan sejati lahir dari hati yang berani berdukacita atas dosa dan penderitaan dunia, tetap lemah lembut di tengah ketidakadilan, serta senantiasa lapar dan haus akan kebenaran. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang murah hati, tulus dan suci hati, serta menjadi pembawa damai melalui pengampunan, persatuan, dan keadilan. Bahkan ketika kesetiaan kepada kebenaran membawa penderitaan dan penolakan, kita diajak untuk tetap teguh dalam iman. Sebab, Sabda Bahagia mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kekayaan, kekuasaan, atau kenyamanan duniawi, melainkan pada hati yang sepenuhnya terbuka pada kehendak Allah.


Sering kali, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita merasa bahwa segala sesuatu dapat kita atur sendiri. Kita mengandalkan uang, jabatan, pendidikan, pengalaman, bahkan kekuasaan. Tanpa disadari, kita mulai merasa tidak membutuhkan Tuhan dan sesama. Kita lebih mudah membanggakan apa yang kita miliki daripada bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Sabda Bahagia mengingatkan kita bahwa kekayaan terbesar bukanlah harta yang kita kumpulkan, melainkan hati yang tetap dekat dan terbuka kepada kehendak Allah.


***


Fr. Marselinus Langgor, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page