top of page

RENUNGAN HARIAN || Kamis, 29 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXX Tahun Genap || Setia di Tengah Ancaman

2 hours ago
4 min read

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Ef 6:10-20

Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1.2.9-10

Bait Pengantar Injil: Luk 13:35; Mrk 11:10

Bacaan Injil: Luk 13:31-35


Bacaan I

Ef 6:10-20

Kenakanlah perlengkapan senjata Allah, agar kalian dapat bertahan.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara,

hendaklah kalian kuat dalam Tuhan, dalam kekuatan kuasa-Nya.

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah,

agar kalian dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.

Sebab perjuangan kita bukanlah melawan manusia,

melainkan melawan pemerintah dan penguasa,

melawan para penghulu dunia gelap ini,

melawan roh-roh jahat di udara.

Sebab itu kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah,

agar kalian dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu

dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan segala sesuatu.

Jadi berdirilah tegap berikatpinggangkan kebenaran,

dan berbajuzirahkan keadilan dan kakimu berkasutkan kerelaan

untuk memberitakan Injil damai sejahtera.

Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,

sebab dengan perisai itu

kalian akan dapat memadamkan semua panah api si jahat.

Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu sabda Allah,

dalam segala doa dan permohonan.

Berdoalah setiap waktu dalam Roh

dan berjaga-jagalah dalam doamu itu

dengan permohonan terus-menerus untuk segala orang Kudus.

Berdoalah juga untuk aku, supaya setiap kali membuka mulutku,

aku dikaruniai perkataan yang tepat.

Berdoalah, agar aku dengan berani mewartakan rahasia Injil,

yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan.

Berdoalah supaya aku menyatakannya dengan berani,

sebagaimana seharusnya aku berbicara.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 144:1.2.9-10

R:1a

Terpujilah Tuhan, gunung batuku!


*Terpujilah Tuhan, gunung batuku!

Ia mengajar tanganku bertempur,

Ia melatih jari-jariku berperang!


*Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku,

kota bentengku dan penyelamatku;

Ia menjadi perisai, dan tempat aku berlindung;

Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!


*Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu,

dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja,

dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!



Bait Pengantar Injil

Luk 13:35; Mrk 11:10

Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan.

Terpujilah Engkau di Surga.



Bacaan Injil

Luk 13:31-35

Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi

dan berkata kepada Yesus,

"Pergilah, tinggalkanlah tempat ini,

karena Herodes hendak membunuh Engkau."


Jawab Yesus kepada mereka,

"Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu,

'Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang

pada hari ini dan esok,

dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

Tetapi hari ini dan esok dan lusa

Aku harus meneruskan perjalanan-Ku,

sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.'

Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi

dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu!

Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu,

sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap,

tetapi kalian tidak mau.


Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi!

Tetapi Aku berkata kepadamu,

kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kalian berkata,

'Terberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan'."


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


Setia di Tengah Ancaman



Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan


Sabda bahagia hari ini kembali menyapa kita dan menguatkan kita dalam perjalanan iman. Dalam bacaan hari ini, Yesus sedang berhadapan dengan ancaman Herodes.

Beberapa orang Farisi datang dan meminta Yesus pergi karena Herodes hendak membunuh-Nya. Secara manusiawi, ancaman tersebut dapat menjadi alasan untuk menghindar dan mencari tempat yang lebih aman. Namun Yesus tidak membiarkan rasa takut menentukan arah hidup-Nya. Ia tetap menjalankan tugas-Nya, menyembuhkan orang sakit, mengusir kejahatan, dan meneruskan perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Sikap Yesus menunjukkan bahwa kesetiaan kepada kehendak Allah membutuhkan keberanian untuk tetap berjalan meskipun jalan itu penuh risiko dan tantangan.


Dalam kehidupan kita, ancaman tidak selalu hadir dalam bentuk bahaya yang besar. Ada ketakutan akan kegagalan, penolakan, kehilangan, kesalahpahaman, atau perkataan orang lain. Kadang-kadang kita memilih diam ketika melihat sesuatu yang tidak benar karena takut dikritik. Kita juga dapat menghindari tanggung jawab ketika tugas terasa berat. Ada saat ketika kita mengetahui apa yang baik, tetapi memilih jalan yang paling mudah karena tidak ingin mengalami kesulitan.


Pengalaman Yesus melalui bacaan ini, mengajarkan kepada kita bahwa hidup terima membutuhkan keteguhan. Yesus tidak mencari bahaya, tetapi Ia juga tidak membiarkan ketakutan menghentikan karya-Nya. Karena itu, kita dipanggil untuk memiliki keberanian yang sama. Ketika berada di lingkungan sekolah, tempat kerja, komunitas, maupun keluarga, kita dapat menunjukkan iman melalui kejujuran, tanggung jawab, kesediaan membantu, dan keberanian mengatakan yang benar dengan cara yang baik.


Kesetiaan juga berarti tetap melakukan kebaikan meskipun kebaikan kita tidak selalu dihargai. Ketika kita membantu seseorang lalu tidak mendapatkan ucapan terima kasih, tetaplah berbuat baik. Ketika kita sudah berusaha menjaga hubungan tetapi orang lain belum memahami kita, tetaplah belajar bersabar. Atau ketika doa yang kita panjatkan belum mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan, tetaplah percaya dan menyerahkan hidup kepada Tuhan.


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan


Pada akhir bacaan, Yesus memperlihatkan hati-Nya yang penuh kasih kepada Yerusalem. Ia menghendaki agar umat-Nya datang kepada-Nya dan menemukan perlindungan. Gambaran ini mengingatkan kita bahwa di balik keteguhan Yesus terdapat kasih yang besar. Ia tetap berjalan bukan karena tidak memiliki perasaan takut atau sedih, melainkan karena kasih-Nya kepada manusia lebih besar daripada tantangan yang dihadapi.


Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan


Karena itu, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah ketakutan sedang menentukan langkah hidup saya, ataukah iman kepada Tuhan yang mengarahkan saya? Semoga kita belajar dari Yesus, yang tetap setia pada kebaikan, berani menjalankan tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Tuhan tidak menjanjikan jalan yang selalu mudah, tetapi Ia menjanjikan kita untuk tetap berjalan bersama-Nya.

Semoga Tuhan Memberkati kita,  Bunda Maria mendoakan kita.


***


Fr. Kristoforus Kapitan, SVD


Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page