RENUNGAN HARIAN || Rabu, 28 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXX Tahun Genap || Dipanggil untuk Berdoa, Dipilih untuk Melayani
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Ef 2:19-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5
Bacaan Injil: Luk 6:12-19
Bacaan I
Ef 2:19-22
Kamu dibangun di atas dasar para rasul.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
Saudara-saudara,
kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,
melainkan sewarga dengan orang kudus
dan anggota keluarga Allah.
Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi,
dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan,
yang rapi tersusun,
menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan.
Di atas Dia pula kamu turut dibangun
menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 19:2-3.4-5
R:5a
Di seluruh dunia bergemalah suara mereka.
*Langit menceritakan kemuliaan Allah,
dan Cakrawala memberitakan karya tangan-Nya;
hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,
dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya
kepada malam berikut.
*Meskipun tidak berbicara,
dan tidak memperdengarkan suara,
namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,
dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.
Bait Pengantar Injil
Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan.
Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
Bacaan Injil
Luk 6:12-19
Yesus memilih dari antara murid-murid-Nya
dua belas orang yang disebut-Nya rasul.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa,
Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa.
Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Keesokan harinya, ketika hari siang,
Ia memanggil murid-murid-Nya,
lalu memilih dari antara mereka
dua belas orang yang disebut-Nya rasul.
Mereka itu ialah:
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus,
Andreas saudara Simon,
Yakobus dan Yohanes,
Filipus dan Bartolomeus,
Matius dan Tomas,
Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Yudas anak Yakobus,
dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Yesus turun bersama mereka
dan berhenti pada suatu tempat yang datar.
Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya,
dan banyak orang lain
yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem,
dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Mereka datang untuk mendengarkan Dia
dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka;
juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia,
karena dari pada-Nya keluar suatu kuasa,
dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
RENUNGAN
Dipanggil untuk Berdoa, Dipilih untuk Melayani
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai keputusan penting, seperti memilih jalan hidup, menentukan masa depan, atau mengambil tanggung jawab dalam keluarga dan masyarakat. Tidak jarang, kita mengambil keputusan secara terburu-buru karena mengandalkan pikiran dan kemampuan sendiri. Padahal, dalam situasi seperti ini, kita membutuhkan ketenangan hati agar mampu mengenali kehendak Tuhan. Injil hari ini mengajak kita belajar dari Yesus, yang mengawali keputusan penting-Nya dengan berdoa.
Dalam Injil Lukas, dikisahkan bahwa sebelum memilih kedua belas rasul, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan menghabiskan sepanjang malam dalam doa kepada Allah. Setelah itu, Ia memanggil para murid-Nya dan memilih dua belas orang untuk menjadi rasul. Peristiwa ini menunjukkan bahwa panggilan dan perutusan tidak dapat dipisahkan dari relasi yang mendalam dengan Bapa. Yesus tidak memilih para rasul secara sembarangan, melainkan dalam suasana doa dan persekutuan dengan Allah.
Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Doa bukan sekadar kebiasaan atau ungkapan permohonan ketika kita mengalami kesulitan. Doa merupakan kesempatan untuk mendengarkan Tuhan, menyerahkan kehendak kita kepada-Nya, dan menemukan arah hidup yang benar. Kita diajak untuk tidak hanya meminta agar Tuhan memberkati rencana kita, tetapi juga berani bertanya: apakah rencana dan keputusan saya sungguh sesuai dengan kehendak-Nya?
Selanjutnya, Injil menceritakan bahwa Yesus turun bersama para rasul dan berhenti di suatu tempat yang datar. Banyak orang datang untuk mendengarkan Dia dan memohon kesembuhan. Mereka datang dari berbagai tempat, membawa penyakit, penderitaan, dan harapan masing-masing. Yesus menyambut mereka, mengajar, menyembuhkan orang-orang sakit, dan membebaskan mereka yang dirasuki roh-roh jahat.
Di sini kita melihat bahwa doa Yesus tidak membuat-Nya menjauh dari kehidupan manusia. Sebaliknya, doa menggerakkan-Nya untuk hadir, menyentuh, dan melayani mereka yang menderita. Demikian pula, panggilan para rasul bukanlah sebuah kehormatan semata, melainkan tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Yesus.
Kita pun dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan konkret. Di dalam keluarga, kita dapat melayani melalui kesabaran dan pengampunan. Di lingkungan masyarakat, kita dapat hadir bagi mereka yang kesepian, sakit, miskin, atau mengalami kesulitan. Bahkan, perhatian sederhana, kesediaan mendengarkan, dan perkataan yang menguatkan dapat menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi sesama.
Marilah kita belajar dari Yesus: menyediakan waktu untuk berdoa, berani mengambil keputusan dalam terang kehendak Allah, dan bersedia menjadi alat kasih-Nya bagi sesama. Amin.
***
Fr. Selestinus Kanaf, SVD


Comments