top of page

RENUNGAN HARIAN || Rabu, 21 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXIX Tahun Genap || Selalu Siap Menyambut Tuhan

1 hour ago
4 min read

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Ef 3:2-12

Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6

Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44

Bacaan Injil: Luk 12:39-48


Bacaan I

Ef 3:2-12

Rahasia Kristus kini telah diwahyukan

dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara, kalian telah mendengar,

tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah

yang telah dipercayakan kepadaku demi kalian,

yaitu bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu

seperti yang pernah kutulis dengan singkat.

Apabila kalian membacanya,

kalian dapat mengetahui pengertianku mengenai rahasia Kristus.


Pada zaman angkatan-angkatan dahulu

rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia,

tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul

dan para nabi-Nya yang kudus.

Berkat pewartaan Injil

orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris,

menjadi anggota-anggota tubuh

serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.

Dan aku telah menjadi pelayan Injil itu

menurut pemberian kasih karunia Allah

yang dianugerahkan kepadaku

sesuai dengan karya kekuasaan-Nya.


Sebenarnya aku ini orang yang paling hina

di antara segala orang kudus.

Tetapi kepadaku telah dianugerahkan kasih karunia

untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi

kekayaan Kristus yang tidak terduga itu.

Aku diutus menyatakan apa isi rahasia

yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah,

pencipta segala sesuatu.

Maksudnya supaya sekarang ini pelbagai ragam hikmat Allah

diberitahukan oleh jemaat

kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga,

sesuai dengan maksud abadi,

yang telah dilaksanakan Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan

menghadap kepada Bapa dengan penuh kepercayaan

oleh iman kita kepada-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Yes 12:2-3.4bcd.5-6

R:3

Kamu akan menimba air dengan kegirangan

dari mata air keselamatan.


*Sungguh, Allah itu keselamatanku;

aku percaya dengan tidak gementar;

sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku,

Ia telah menjadi keselamatanku.

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan

dari mata air keselamatan.


*Bersyukurlah kepada Tuhan,

panggillah nama-Nya,

beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa,

masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!


*Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya;

baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,

sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"


Bait Pengantar Injil

Mat 24:42a.44

Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah,

karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.


Bacaan Injil

Luk 12:39-48

Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Pada suatu ketika

berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,

"Camkanlah ini baik-baik!

Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang,

ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Hendaklah kalian juga siap-sedia,

karena Anak Manusia akan datang

pada saat yang tak kalian sangka-sangka."

Petrus bertanya,

"Tuhan, kami sajakah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan ini

ataukah juga semua orang?"

Tuhan menjawab,

"Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana

yang akan diangkat oleh tuannya

menjadi kepala atas semua hambanya

untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba,

yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya,

ketika tuan itu datang.

Aku berkata kepadamu:

Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia

menjadi pengawas segala miliknya.

Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya,

'Tuanku tidak datang-datang.'

Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita,

dan makan minum serta mabuk,

maka tuannya akan datang

pada hari yang tidak disangka-sangkanya

dan pada saat yang tidak diketahuinya,

dan tuan itu akan membunuh dia

serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.


Hamba yang tahu akan kehendak tuannya,

tetapi tidak mengadakan persiapan

atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya,

ia akan menerima banyak pukulan.

Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya

dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan,

ia akan menerima sedikit pukulan.

Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya.

Dan barangsiapa dipercaya banyak,

lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya."


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


Selalu Siap Menyambut Tuhan


Sama saudara terkasih...


Hidup adalah sebuah perjalanan yang memiliki satu tujuan akhir yang pasti: bertemu dengan Tuhan. Banyak orang percaya bahwa sepanjang perjalanan ini, kita dihadapkan pada berbagai ujian yang semuanya mengantarkan kita semakin dekat kepadanya. Setiap langkah yang kita ambil di dunia ini adalah bagian dari persiapan menuju pertemuan tersebut, dan makna hidup pun menjadi semakin dalam ketika kita menjalaninya dengan kesadaran akan tujuan akhir ini.

Namun, saat kedatangannya tidak pernah diketahui siapa pun. Sama seperti seorang pencuri yang datang tiba-tiba tanpa memberi tahu sebelumnya, demikian pula Tuhan akan datang pada waktu yang tidak kita duga. Oleh karena itu, kita diajak untuk selalu hidup dalam kewaspadaan. Kesiapan ini bukan berarti kita harus hidup dalam ketakutan atau kecemasan, melainkan hidup dengan hati yang bersih, tangan yang siap bekerja, dan jiwa yang selalu terhubung dengan Tuhan setiap hari.


Sama saudara terkasih...

Dalam Injil hari ini, kita diingatkan: “Jika tuan rumah tahu, jam berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.” Tuhan mengajak kita untuk senantiasa berjaga-jaga, karena kedatangan-Nya tidak dapat diprediksi. Tidak ada kalender yang mencatat hari-Nya, tidak ada jam yang menandai saat-Nya. Justru karena itulah, setiap momen menjadi penting dan berharga.


Sebagai pengikut Yesus, kita tidak boleh lengah atau terlena dengan kesibukan duniawi, hingga melupakan hal yang terpenting: yaitu hidup dalam kesiapan untuk menyambut-Nya setiap saat. Sering kali tanpa sadar kita terjebak dalam rutinitas sampai lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Kita bisa saja terlalu sibuk membangun rumah di sini, padahal kita hanyalah penumpang yang sedang dalam perjalanan pulang kepada Bapa.

Dari ajaran-Nya hari ini, Tuhan menegaskan tiga hal yang menjadi pilar kesiapan kita: kewaspadaan, kesetiaan, dan tanggung jawab.

Pilar Pertama adalah kewaspadaan. Kewaspadaan yang dimaksud yaitu kesadaran bahwa Tuhan selalu dekat dan bisa datang kapan saja. Hati yang waspada adalah hati yang tidak terbuai oleh kemewahan dunia, tidak terhanyut oleh arus zaman, dan tetap memegang teguh iman meskipun keadaan di sekitar kita berubah.

Pilar Kedua adalah kesetiaan. Kesetiaan kita tidak diuji pada saat-saat besar saja, melainkan pada hal-hal kecil yang berulang setiap hari. Kesetiaan itu terlihat dari kejujuran kita dalam pekerjaan, kelembutan kita kepada sesama, kesabaran kita dalam penderitaan, dan ketekunan kita dalam berdoa.

Pilar Ketiga adalah tanggung jawab. Tuhan menaruh kepercayaan kepada kita masing-masing. Ada yang diberi tanggung jawab besar, ada yang kecil. Tetapi, tidak peduli seberapa besar atau kecil pemberian-Nya, kita dipanggil untuk mengelolanya dengan baik. Yesus mengingatkan bahwa orang yang tahu kehendak Tuhan tetapi tidak melakukannya, akan menerima hukuman yang berat. Mengetahui kebenaran adalah anugerah, tetapi melaksanakannya adalah bentuk pertanggungjawaban iman kita. Semakin banyak yang kita terima dari Tuhan, semakin banyak pula yang akan dituntut dari kita.

Sama saudara terkasih...

Marilah kita memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, mengasihi yang perlu dikasihi, dan berdoa dengan tekun. Jangan sampai ketika Tuhan datang, kita malah sibuk dalam kebencian dan keburukan hidup. Semoga setiap hari hidup kita menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan, sehingga ketika Ia datang, kita pun dapat menyambut-Nya dengan sukacita.


***


Fr. Yasintus Debara Sera, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page