top of page

RENUNGAN HARIAN || Senin, 19 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXIX Tahun Genap

16 hours ago
4 min read

PF S. Paulus dari salib, Imam

PF S. Yohanes de Brebeuf dan Ishak Jogues, Imam, dan teman-temannya; Martir

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Ef 2:1-10

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2.3.4.5

Bait Pengantar Injil: Mat 5:3

Bacaan Injil: Luk 12:13-21


Bacaan I

Ef 2:1-10

Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus,

dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:


Saudara-saudara,

kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu.

Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini,

karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa,

yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka.

Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung

di antara orang-orang durhaka itu,

ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging,

menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat.

Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai,

sama seperti yang lain itu.


Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar,

yang telah dilimpahkan kepada kita,

Allah yang kaya dengan rahmat

telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus,

sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita.

Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia.

Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga

dan memberikan tempat di surga bersama dengan Dia.

Dengan demikian Allah bermaksud

di masa yang akan datang

menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah,

sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.


Sebab berkat kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman.

Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah.

Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu.

Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri.

Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah,

diciptakan dalam Kristus Yesus

untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik,

yang dipersiapkan Allah sebelumnya.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 100:2.3.4.5

R:3b

Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.


*Bersorak-sorailah bagi Tuhan,

hai seluruh bumi!

Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita,

datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!


*Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;

Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita;

kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.


*Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,

masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian,

bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!


*Sebab Tuhan itu baik,

kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,

dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.



Bait Pengantar Injil

Mat 5:3

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.


Bacaan Injil

Luk 12:13-21

Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang.

Salah satu dari mereka berkata kepada Yesus,

"Guru, katakanlah kepada saudaraku,

supaya ia berbagi warisan dengan daku."

Tetapi Yesus menjawab,

"Saudara, siapakah yang mengangkat Aku

menjadi hakim atau penengah bagimu?"

Kata Yesus kepada orang banyak itu,

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!

Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya,

hidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu."


Kemudian Ia menceriterakan kepada mereka perumpamaan berikut,

"Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

Ia bertanya dalam hatinya, 'Apakah yang harus kuperbuat,

sebab aku tidak punya tempat

untuk menyimpan segala hasil tanahku.'

Lalu katanya, 'Inilah yang akan kuperbuat:

Aku akan merombak lumbung-lumbungku,

lalu mendirikan yang lebih besar,

dan aku akan menyimpan di dalamnya

segala gandum dan barang-barangku.

Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku:

Jiwaku, ada padamu banyak barang,

tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya.

Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!'

Tetapi Allah bersabda kepadanya,

'Hai orang bodoh,

pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu.

Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?

Demikianlah jadinya

dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri,

tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah."


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


Berjaga-jagalah dan Waspadalah, Jangan Sampai Harta Duniawi Menguasai Hati Manusia


Ibu-bapak, saudara-saudari, yang terkasih dalam Kristus

Dalam Injil hari ini, seseorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” Namun Yesus tidak terjebak dalam problem pembagian harta. Ia justru mengarahkan perhatian mereka kepada persoalan yang lebih dalam yakni hati manusia.


Yesus berkata, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan.” Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang kaya yang memiliki hasil panen berlimpah. Ia berpikir: Apa yang harus aku lakukan? Aku akan merombak lumbung-lumbungku dan mendirikan yang lebih besar. Ia merasa bahwa dengan kekayaan yang dimilikinya, hidupnya sudah aman. Ia berkata kepada dirinya, “Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya.” Tetapi pada saat itulah Allah berkata kepadanya: “Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil darimu.”


Ibu-bapak, saudara-saudari, yang terkasih dalam Kristus

Yang membuat orang kaya itu disebut “bodoh” bukan karena ia bekerja keras atau memiliki banyak harta. Masalahnya adalah ia mengira bahwa harta dapat menjamin seluruh hidupnya. Ia memiliki banyak barang, tetapi lupa kepada Allah. Ia memikirkan harta dan masa depannya, tetapi tidak memikirkan keselamatan jiwanya. Ia menimbun harta untuk dirinya sendiri, tetapi tidak membuka hati dan mau berbagi dengan sesama.


Cerita orang kaya dalam Injil hari ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Kita boleh bekerja, berusaha, memiliki rumah yang mewah, tabungan, usaha dan berbagai kebutuhan hidup. Semua itu baik. Tetapi pertanyaannya: apakah harta menjadi Tuan atas diri kita, dan kita justru menjadi hamba yang di kuasai oleh harta duniawi? Kadang-kadang kita begitu sibuk mengejar apa yang hendak kita miliki, sampai lupa menghargai apa yang sudah Tuhan berikan. Kita mengejar uang, tetapi kehilangan waktu untuk keluarga. Kita mengejar keberhasilan, tetapi kehilangan kepedulian terhadap sesama. Kita mengumpulkan banyak hal, tetapi hati kita semakin kosong. Yesus mau mengingatkan kepada kita bahwa makmur dan tidak makmurnya hidup manusia tidak terukur seberapa kekayaannya. Nilai hidup kita bukan ditentukan oleh seberapa banyak harta yang kita punya, melainkan oleh seberapa besar kasih dan kebaikan yang kita bagikan kepada sesama kita. Karena itu, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Jika hari ini Tuhan memanggil saya, apa yang akan saya bawa kepada-Nya? Bukan rumah, uang, jabatan, atau harta benda. Yang kita bawa adalah iman, kasih, kebaikan, dan segala sesuatu yang telah kita lakukan bagi Tuhan dan sesama.


Maka, Yesus mengajak kita agar jangan hanya menjadi kaya di hadapan manusia tetapi Jadilah kaya di hadapan Allah. Mari menggunakan apa yang kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sebab hidup yang layak di hadapan Tuhan bukan tentang seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, tetapi seberapa banyak kasih dan kebaikan yang kita bagikan kepada sesama yang menderita dan berkekurangan. Amin


***


Fr. Yosep Agustinus Ema Da Lopez, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page