top of page

RENUNGAN HARIAN || Rabu, 4 November 2026 - Pekan Biasa ke-XXXI Tahun Genap || Perihal Mengikuti Yesus

6 hours ago
4 min read

PW S. Karolus Borromues, Uskup

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: Flp 2:12-18

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14

Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14

Bacaan Injil: Luk 14:25-33


Bacaan I

Flp 2:12-18

Kerjakanlah keselamatanmu.

Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu

baik kemauan maupun pelaksanaan.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:


Saudara-saudara kekasih, kalian senantiasa taat.

karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu

dengan takut dan gentar,

bukan saja seperti waktu aku masih hadir,

tetapi lebih-lebih sekarang waktu aku tidak hadir.

Sebab Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu

baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaan-Nya.


Lakukanlah segala sesuatu

tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

supaya kalian tiada beraib dan tiada bernoda,

sebagai anak-anak Allah yang tak bercela

di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya

dan yang sesat ini.

Maka kalian akan bercahaya di antara mereka

seperti bintang-bintang di dunia,

sambil berpegang pada sabda kehidupan.

Dengan demikian aku dapat bermegah pada hari Kristus,

bahwa tidak sia-sialah aku berlomba dan berjerih-payah.

Tetapi

sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadah imanmu,

aku bergembira dan aku bersukacita bersama kalian.

Dan kalian pun hendaknya bergembira dan bersukacita bersama aku.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 27:1.4.13-14

R:1a

Tuhan adalah terang dan keselamatanku.


*Tuhan adalah terang dan keselamatanku,

kepada siapakah aku harus takut?

Tuhan adalah benteng hidupku,

terhadap siapakah aku harus gentar?


*Satu hal telah kuminta kepada Tuhan,

saatu inilah yang kuingini:

diam di rumah Tuhan seumur hidupku,

menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.


*Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan

di negeri orang-orang yang hidup!

Nantikanlah Tuhan!

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!

Ya, nantikanlah Tuhan!



Bait Pengantar Injil

1Ptr 4:14

Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus,

sebab Roh Allah ada padamu.



Bacaan Injil

Luk 14:25-33

Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya

tidak dapat menjadi murid-Ku.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Pada suatu ketika

orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka,

"Jika seorang datang kepada-Ku

dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya,

saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri,

ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku,

ia tidak dapat menjadi murid-Ku.


Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara,

tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu,

apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar

ia tidak dapat menyelesaikannya.

Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata,

'Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikannya.'


Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain,

tidak duduk mempertimbangkan dulu

apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh

yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang?

Jika tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh

untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.


Demikianlah setiap orang di antaramu

yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya,

tidak dapat menjadi murid-Ku."


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


Perihal Mengikuti Yesus


Dari sekian orang yang berduyun-duyun mengikuti Yesus tidak dicatat berapa banyak orang yang berhasil menjadi murid-Nya, sebab sebagian orang mengikuti Yesus karena pernah mendengar dan melihat kehebatan Yesus berbicara bikin orang terpukau dan melakukan banyak perbuatan hebat. Ada lagi yang mengikuti Yesus hanya untuk mendapatkan kesembuhan - keselamatan lalu mereka hilang dalam kisah hidup selanjutnya. Satu kemungkinan lain adalah Yesus tidak mau orang mengikuti-Nya hanya untuk mencari keramaian atau hura-hura. Motivasi orang-orang yang mengikuti Yesus berbeda-beda sehingga tidak heran Yesus tiba-tiba mengatakan; jika seseorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci keluarganya bahkan nyawanya sendiri ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barang siapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Ada dua tuntutan untuk mengikuti Yesus; mencintai Tuhan lebih dari segala sesuatu dan berani memikul salib, berani berkorban untuk menguburkan keinginan dunia di bawah kaki salib. Kebiasaan orang Yahudi mengikuti seorang guru berdasarkan alasan tertentu, yaitu supaya bisa menyerap cara hidup dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Akan tetapi Yesus menuntut lebih dari alasan sederhana itu yakni tentang relasi cinta. Syarat mengikuti Yesus tidak pakai alasan bertele-tele, tidak tentang ungkapan cinta biasa tetapi ia melampaui kata-kata. Yesus tidak mengajarkan orang untuk memusuhi keluarganya tetapi Ia meminta supaya cinta kepada yang Ilahi harus lebih utama daripada yang insani. Orang harus berani meninggalkan cinta yang sementara dan beralih kepada cinta yang kekal.


Pertama-tama kita perlu mengakui bahwa kekuatan cinta kita kepada Tuhan sebagai pengikut Kristus tidak sempurna karena cinta kita tenggelam dalam daging. Kita terlalu sibuk dari pagi sampai malam untuk mencari makan dan mengumpulkan uang sampai cape. Kita berjalan dari rumah ke kebun, dari rumah ke kantor, sekolah, pasar, dan tempat kerja lainnya. Kita sibuk sekali! Pertanyaannya; di tengah rentetan kesibukan itu, kapan kita ada waktu bersama Tuhan dan di titik mana kita menjadi pengikut-Nya yang sejati? Terkadang kesibukan-kesibukan itu menjadi jurang pemisah tak terlihat yang membuat kita berjalan tidak pernah sampai kepada Tuhan. Segala sesuatu kita miliki tetapi tetap saja merasa tidak puas, karena batin kita hampa tanpa Tuhan. Yesus meminta kita untuk menjadi pengikutnya yang sejati dengan mencintai dia lebih dari segala sesuatu dan siap memikul salib. Mungkin kita merasa sudah terlalu jauh dari Tuhan dan malu untuk kembali. Kita perlu ingat bahwa pintu kerahiman Tuhan selalu terbuka bagi setiap jiwa yang hendak pulang dan Ia tidak akan membiarkan kita memikul salib sendirian, Tuhan pasti akan menambahkan kekuatan.


Pesan untuk kita di tengah kesibukan hidup. Jangan terlalu gampang tergiur pada kenikmatan dunia yang tidak mengabadikan jiwa tetapi berpautlah dalam kekuatan cinta Tuhan. Semoga motivasi kita menjadi pengikut Kristus yang sejati makin dimurnikan.


***


Fr. Redy Malik, SVD


Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page