top of page

RENUNGAN HARIAN || Selasa, 13 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXVIII Tahun Genap || JANGAN MENJADIKAN DIRIMU SEPERTI ORANG FARISI

7 hours ago
3 min read

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Gal 4:31b-5:6

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:41.43.44.45.47.48

Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12

Bacaan Injil: Luk 11:37-41


Bacaan I

Gal 4:31b-5:6

Sunat tidak berarti sama sekali;

yang berarti hanyalah iman yang bekerja melalui cinta kasih.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia:


Saudara-saudara,

kita bukanlah anak dari wanita hamba,

melainkan dari wanita yang merdeka.

Sebab Kristus telah memerdekakan kita,

supaya kita benar-benar merdeka.

Karena itu berdirilah teguh

dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan.

Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu,

Jika kalian menyunatkan diri,

Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya,

bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

Kalian lepas dari Kristus,

jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat;

kalian hidup di luar kasih karunia!

Sebab oleh Roh dan karena iman,

kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

Sebab bagi orang yang ada di dalam Kristus Yesus

hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti.

Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 119:41.43.44.45.47.48

R:41a

Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.


*Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan,

keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,


*Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku,

sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.


*Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa,

untuk seterusnya dan selamanya.


*Aku hendak hidup dalam kelegaan,

sebab aku mencari titah-titah-Mu.


*Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.


*Aku menaikkan tanganku

kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai,

dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.



Bait Pengantar Injil

Ibr 4:12

Sabda Allah itu hidup dan penuh daya,

menguji segala pikiran dan maksud hati.



Bacaan Injil

Luk 11:37-41

Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Pada suatu ketika, selesai mengajar,

Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya.

Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan.

Tetapi orang Farisi itu heran

melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan.

Lalu Tuhan berkata kepadanya,

"Hai orang-orang Farisi,

kamu membersihkan cawan dan pinggan bagian luar,

tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan.

Hai orang-orang bodoh,

bukankah yang menjadikan bagian luar,

Dialah juga yang menjadikan bagian dalam?

Maka berikanlah isinya sebagai sedekah,

dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.


Demikianlah sabda Tuhan.


RENUNGAN


JANGAN MENJADIKAN DIRIMU SEPERTI ORANG FARISI


Bapak/ibu, saudara/i, yang terkasih dalam Tuhan

Bacaan Injil Lukas hari ini berkisah tentang Yesus yang mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus mengecam mereka karena mereka menampilkan diri tidak sesuai dengan tindakan dan isi hati mereka. Seperti yang Yesus sabdakan: “Hai orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan” (Luk 11:39).

 

Bapak/ibu, saudara/i, yang terkasih dalam Tuhan

Kita tahu bersama bahwa kepribadian dan ciri khas dari orang Farisi adalah kebohongan, ketidakjujuran, selalu menganggap diri hebat dan munafik. Mereka selalu menampilkan diri penuh dengan muslihat tipu daya dan bersih hanya bagian luar diri saja. Itulah orang Farisi, hanya bersih di luar, sedangkan di dalam diri mereka penuh dengan kejahatan dan rampasan. Mereka hanya menampilkan diri untuk dilihat oleh orang dan suka mendapatkan tempat yang terhormat. Mereka selalu membanggakan diri dan memuji diri sendiri serta menganggap orang lain tidak punya arti.

 

Bapak/ibu, saudara/i, yang terkasih dalam Tuhan

Kepribadian orang Farisi ini juga ada dalam diri kita. Terkadang, kita juga bertingkah laku dan menampilkan diri seperti orang Farisi. Kita membangun kebohongan, ketidakjujuran, munafik dan menganggap diri hebat dalam kehidupan bersama. Kita selalu tampil untuk menunjukkan kehebatan diri kita supaya dilihat oleh orang banyak. Kita juga mencari tempat terhormat agar kualitas diri semakin terlihat jelas. Semua itu kita lakukan hanya untuk mencari kemuliaan diri tanpa didasari oleh hati yang sungguh bersih. Hati yang bersih adalah hati yang siap melayani dan membangun cinta yang tulus kepada orang lain tanpa ada alasan.


Bapak/ibu, saudara/i, yang terkasih dalam Tuhan

Mari, kita membangun dan menjalankan kehidupan dengan mengedepankan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan bersama. Kita harus menampilkan diri mulai dari bagian dalam dan luar berdasarkan hati yang tulus-ikhlas membantu dan cinta yang siap berjuang. Mari, kita bangun hati dan cinta seperti Yesus dan ibu-Nya Maria yang melayani dan berkorban secara tulus dan murni. Amin.


***



Fr. Filipus Neri Bala Kelen, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page