Featured Posts

Menjadi Gembala Yang Baik

April 22, 2018

 

SENIN

Hari Biasa Pekan IV Paskah

Bacaan Pertama    : Kis. 11:1-18
Bacaan Injil    : Yoh. 10:1-10

 

Seturut kalender liturgi, hari ini adalah peringatan fakultatif St. Georgius, Martir. Georgius adalah seorang perwira Romawi Kristen yang gagah berani pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus (284-305) dan Kaisar Maximian (305-308). Semula ia sangat dihargai oleh kaisar karena hubungannya yang baik dengan rakyat, dan bertugas membela kepentingan rakyat jelata di hadapan penguasa kekaisaran. Selama bertugas, ia pernah membantu banyak orang terutama orang-orang miskin, janda dan para yatim piatu. Ketika Kaisar Diokletianus melancarkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, Georgius sebagai wakil rakyat dan ksatria sejati, tanpa takut dan gentar melindungi orang-orang Kristen, bahkan berani mengecam perbuatan keji kaisar. Oleh karena itu, ia ditangkap dan disiksa secara sadis dan mengenaskan. Georgius pun mati sebagai martir demi kepentingan Gereja Kristus.

 

Dalam bacaan Injil, kita diberi pemahaman secara gamblang tentang gembala yang baik. Yesus menekankan bahwa gembala yang baik harus masuk ke kandang melalui pintu dan harus mengenal domba-domba sehingga domba-dombanya pun dapat mengenal suaranya. Pintu yang dimaksudkan Yesus dalam perumpamaan ini adalah Diri-Nya sendiri. Semua yang masuk dan keluar daripada-Nya akan selamat serta memperoleh segala  kelimpahan.

 

Santo Georgius adalah gembala yang baik. Ia menuruti perintah Yesus untuk menjadi gembala bagi domba-dombanya di Timur Tengah. Dengan jabatan sebagai perwira Romawi Kristen, ia dengan gagah berani memperjuangkan kepentingan kaum kecil dan melindungi orang-orang Kristen dari penganiayaan Kaisar.  Ia setia beriman kepada Kristus, rela   disiksa dan mati  demi Kristus.

 

Dewasa kini, sulit bagi kita untuk menemukan seorang gembala yang baik dan menjadi panutan, apalagi hingga mengorbankan nyawa bagi orang lain. Sering kali kita menjadi pencuri perhatian sesama,  mengejar prestise agar dilihat orang namun tidak menuruti ajaran Yesus. Oleh karena itu, di masa Paskah ini, marilah kita belajar menjadi gembala yang baik bagi sesama dengan mengikuti semangat  St. Georgius untuk bersedia melayani sesama di sekitar kita dengan mengandalkan Yesus.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, bantulah kami untuk dapat belajar menjadi seorang gembala yang baik bagi sesama. Semoga dengan bantuan doa St. Georgius kami sanggup dan tulus melayani mereka. Amin

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive