Featured Posts

“Menjadi Satu”

May 24, 2018

JUMAT

Pekan Biasa VII

Bacaan Pertama : Yak. 5:9-12

Bacaan Injil : Mrk. 10:1-12

 

Seseorang yang bertanya tentang suatu perkara tertentu selalu didasarkan atas dua hal: Pertama, ketidaktahuan. Kedua, ingin mengecek apakah yang dipahaminya sama dengan apa yang dipahami orang lain. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dicobai oleh orang-orang Farisi dengan sebuah pertanyaan apakah diperbolehkan seorang suami menceraikan istrinya? Orang Farisi ingin mengetahui apakah Yesus setujuh dengan hukum Musa yang memperbolehkan seorang suami boleh menceraikan istrinya. Jawaban Yesus bahwa seorang suami tidak boleh menceraikan istrinya, karena Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan, mereka akan menjadi satu dalam perkawinan suci, dan apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Jawaban Yesus sangat mengejutkan orang Farisi. Apa yang dipikirkan oleh orang Farisi berseberangan dengan apa yang dipikirkan Yesus.

         

Kita pun sering berbeda pendapat dengan orang lain tentang suatu hal tertentu. Perbedaan pendapat sering pula menimbulkan kekerasan verbal, bahkan kekerasan fisik. Bacaan Injil hari ini menyadarkan kita akan kenyataan perbedaan pendapat, terutama dalam keluarga antara suami dan istri, orang tua dengan anak ataupun perbedaan pendapat antar kelaurga dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaaan pendapat seperti ini merupakan hal yang biasa. Pelbagai perbedaan pendapat ini bukan memenjarakan kita dalam perbedaan, tetapi lebih merupakan kesedian memberi ruang untuk merawat kesatuan. Bagaimana menjadi satu dengan menjadi terbuka terhadap masukan dari orang lain. Dalam kehidupan di rumah, seorang saumi harus membuka diri terhadap masukan dari istri dan anak. seorang istri menerima masukan dari suami dan anak-anak. Dalam kehidupan dalam masyarakat, kita harus terbuka dan menghargai perbedaan pandangan guna membukan dialog yang dapat merawat persatuan. Marilah kita pada hari ini belajar menjadi satu dengan jalan terbuka untuk berdialog dengan yang lain. Semoga.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, bantulah kami pada hari ini untuk  menghargai perbedaan dan belajar menjadi satu dalam dialog yang menyembuhkan. Semoga dengan belajar menjadi rekan dialog yang baik bagi orang lain kami mampu mencontohi Yesus Putra-Mu. Amin.

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive