Featured Posts

Menjadi Masyarakat Yang Beriman

August 16, 2018

JUMAT

Pekan Biasa XIX

HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Bacaan Pertama : Sir. 10:1-8

Bacaan Kedua : 1Ptr. 2:13-17

Bacaan Injil : Mat. 22:15-21

 

Dalam Injil hari ini, orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus dengan mengajukan pertanyaan tentang membayar pajak kepada Kaisar. Namun Yesus mengetahui isi hati mereka dan karena itu Ia pun memberi jawaban yang tepat, yakni “berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”. Di sini Yesus ingin mengajak kita untuk melihat secara bijak posisi dan keberadaan kita sebagai umat beriman dalam  hidup bermasyarakat dan bernegara.

          Dalam hidup sehari-hari, kita mungkin membedakan keberadaan kita dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Kita mungkin terlalu kusuk dengan doa-doa kita, sehingga terkadang kita lupa menyentuh penderitaan dan situasi ketikadilan yang terjadi dalam masyarakat. Bahkan sebagai orang yang beriman, sikap dan tindakan kita mungkin tidak sesuai dengan ajaran yang disampaikan Yesus. Sebaliknya, kita mungkin terlalu sibuk dengan tugas kita dalam masyarakat, sampai melupakan Tuhan sebagai sahabat dan sumber kekuatan utama dalam hidup kita. Sebagai orang beriman, tuntutan dan  perwujudan iman harus menyata dalam sikap dan tindakan di tengah keragaman hidup bermasyarakat. Iman mesti menjadi pedoman dalam membangun kebaikan dalam hidup bersama. Hidup beriman tidak boleh mengesampingkan kehidupan bernegara, begitu pun sebaliknya. Oleh karenanya, hidup beriman tidak terpisah dari realitas sosial di manapun manusia berada.

          Pada hari ini kita merayakan hari kemerdekan bangsa kita. Perayaan hari ini merupakan momen yang berahmat bagi kita umat beriman untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai persatuan, persaudaraan, kerukunan dan kedamaian bagi negara kita yang tercinta, sebagaimana yang Yesus ajarkan kepada kita. Karena itu, momen ini dapat kita maknai dengan mewujudkan cinta dan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita bersama di tengah masyarakat. Sebab, iman kita mesti dirayakan dalam kehidupan yang nyata bersama orang lain.

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, jadikanlah kami sebagai alat di tangan-Mu yang dapat membawa kedamaian dan kerukunan di tengah dunia. Amin.

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive