Featured Posts

Tuhan Penolong Tanpa Batas

October 10, 2018

KAMIS

Pekan Biasa XXVII

Bacaan I : Galatia 3:1-5

Bacaan Injil : Lukas 11:5-13

 

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, dalam kehidupan kita, kita sering dihadapkan dengan banyak persoalan dan kebutuhan. Menghadapi semuanya itu kita sering mencari pertolongan baik dari saudara kita, sahabat-sahabat kita, dan bahkan juga dari orang tua kita. Namun pertolongan mereka selalu terbatas, terbatas dalam waktu, tempat, dan kemampuan. Semua keterbatasan manusiawi ini membuat hati kita sering kecewa. Berbeda dengan Yesus yang adalah Tuhan, Ia adalah penolong tanpa batas.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini kita menemukan empat hal yang menunjukkan bahwa Yesus sanggup menolong siapa saja tanpa ada batasnya. Pertama, Allah selalu terbuka menolong kita dalam segala waktu. Kita sebagai sahabat-Nya dapat datang dengan tiba-tiba untuk memohon sesuatu kepada Allah dalam doa-doa kita. Waktu tidak menghalangi Allah untuk menolong kita. Kedua, Allah selalu membuka pintu untuk menolong kita. Dalam ayat 7, menunjukkan kepada kita bahwa, sahabat yang  datang pada waktu malam itu mengetok pintu meminta pertolongan, maka pintu itu dibukakan baginya. Allah pun senantiasa membukakan pintu hatiNya untuk kita. Ia membuka jalan atau resolusi dari setiap masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, Allah selalu terbuka tangan-Nya untuk menolong kita. Ia tidak membeda-bedakan, ia tidak mempunyai pertimbangan suka atau tidak suka, dihadapanNya semua orang yang membutuhkan pertolongan itu harus ditolong. Sebab Dia sungguh sangat mengasihi kita semua. Keempat, Allah selalu menyediakan yang terbaik untuk kita. Allah memberikan apa saja yang kita minta, dan Dia memberikan yang terbaik untuk kita.

Pencinta Sang Sabda yang terkasih, Allah selalu memberi, membuka jalan, dan menyediakan yang terbaik bagi anak-anak-Nya, maka kita juga hendaknya mempersembahkan yang terbaik dari kita untuk Tuhan dan sesama. Persembahan kita yang terbaik bukanlah uang kita, bukan juga waktu kita, bukan juga tenaga kita. Persembahan kita yang terbaik adalah hidup kita sendiri yang telah ditebusNya di kayu salib bagi sesama. Apakah kita bersedia dan mampu menolong sesama kita?

 

DOA

Allah Tritunggal Mahakudus, kami bersyukur atas rahmat dan kasih-Mu dalam hidup kami. Mampukanlah kami untuk bisa saling membantu demi kemuliaan nama-Mu yang kudus, Amen.

 

 

 
 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive