top of page

Bersyukur, Menjaga Kepercayaan dan Membangun Sikap Tanggung Jawab

4 hours ago
5 min read

RENUNGAN HARIAN

Minggu, 4 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXVII Tahun Genap


Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Yes 5:1-7

Mazmur Tanggapan: Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20

Bacaan II: Flp 4:6-9

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16

Bacaan Injil: Mat 21:33-43


Bacaan I

Yes 5:1-7

Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel.


Bacaan dari Kitab Yesaya:


Aku hendak menyanyikan lagu tentang kekasihku,

lagu kekasihku tentang kebun anggurnya:

Kekasihmu mempunyai kebun anggur

di lereng bukit yang subur.

Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya,

dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan;

ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya

dan menggali lubang tempat memeras anggur;

lalu dinantinya

supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik,

tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.


Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem dan orang Yehuda,

adililah Aku dan kebun anggur-Ku itu.

Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk kebun anggur-Ku itu,

yang belum Kuperbuat kepadanya?

Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik,

mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?

Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu

apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu:

Aku akan menebang pagar durinya,

sehingga kebun itu dimakan habis.

Aku akan melanda temboknya,

sehingga kebun itu diinjak-injak;

Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak,

tidak dirantingi dan tidak disiangi,

sehingga tumbuhlah puteri malu dan rumput;

Aku akan memerintahkan awan-awan,

supaya jangan menurunkan hujan ke atasnya.


Kebun anggur Tuhan semesta alam itu ialah kaum Israel,

dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya;

dinantikan-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman,

dinantikan-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20

R:Yes 5:7a

Kebun anggur Tuhan ialah umat Israel.


*Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir,

Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.

Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut,

dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.


*Mengapa Engkau menggempur temboknya,

sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?

Babi hutan menggerogotinya

dan binatang-binatang di padang memakannya.


*Ya Allah semesta alam, kembalilah,

pandanglah dari langit dan lihatlah!

Tengoklah pohon anggur ini,

lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!


*maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu;

biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,

buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.



Bacaan II

Flp 4:6-9

Lakukanlah semua yang telah kamu lihat padaku,

maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:


Saudara-saudara,

janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga,

tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah

dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Maka damai sejahtera Allah,

yang melampaui segala akal,

akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.


Jadi, saudara-saudara,

semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,

semua yang suci, semua yang manis,

semua yang sedap didengar,

semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,

itulah yang harus kamu pikirkan.

Dan apa yang telah kamu pelajari,

apa yang telah kamu terima,

apa yang telah kamu dengar,

dan apa yang telah kamu lihat padaku,

lakukanlah itu!

Maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.


Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil

Yoh 15:16

Aku telah memilih kamu dari dunia,

supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,

dan buahmu tetap, sabda Tuhan.


Bacaan Injil

Mat 21:33-43

Kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain.


Inilah Injil Suci menurut Matius:


Sekali peristiwa

berkatalah Yesus

kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi,

"Dengarkanlah perumpamaan ini.

Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur

dan menanam pagar di sekelilingnya.

Ia menggali lubang tempat memeras anggur

dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.

Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap,

lalu berangkat ke negeri lain.


Ketika hampir tiba musim petik,

ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu

untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:

yang seorang mereka pukuli,

yang lain mereka bunuh,

dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu.

Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain,

lebih banyak daripada yang pertama.

Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,

pikirnya, 'Anakku pasti mereka segani.'


Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu,

mereka berkata seorang kepada yang lain,

'Ia adalah ahli waris!

Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.'

Maka mereka menangkap dia,

dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu,

lalu membunuhnya.

Maka apabila tuan kebun anggur itu datang,

apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"


Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus,

"Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu,

dan kebun anggur itu akan ia sewakan

kepada penggarap-penggarap lain,

yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya."

Kata Yesus kepada mereka,

"Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru?

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,

suatu perbuatan ajaib di mata kita.


Sebab itu, Aku berkata kepadamu,

'Kerajaan Allah akan diambil dari padamu

dan akan diberikan kepada suatu bangsa

yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."


Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan


Bapak-Ibu, Saudara-Saudari yang terkasih dalam Kristus.

Saya awali renungan ini dengan satu pertanyaan menarik. Apa yang kita bangga dalam hidup ini? Tentu saja pertanyaan ini berangkat dari kisah Yesus dalam injil hari ini melalui perumpamaan seorang tuan dan para penggarap kebun anggurnya. Ketika tuan menuntut hasil dari kebun anggurnya, penggarap-penggarap itu dengan kejam mengusir para utusan tuan, bahkan membunuh anak kandung tuan kebun anggur, supaya kebun anggur tersebut menjadi milik mereka. Di sini, Yesus mau mengajak dan mengajarkan kepada kita beberapa hal.


Pertama, Rasa Bersyukur. Tuan dalam bacaan Injil digambarkan sebagai orang yang tulus hati. Ia memberikan kebun anggurnya kepada para penggarap. Tuan mau kebun anggurnya berbuah dan hasilnya berlimpah. Dari kisah ini kita belajar untuk bersyukur. Dalam rasa syukur, kita diajak untuk berbagi karena berkelimpahan. Semisal Ketika Tanah Flores dilanda bencana gempa kita dipanggil untuk berbagi baik itu secara material maupun secara spiritual. Di sini kita berbagi kasih untuk mereka yang berkekurangan. Dalam nada yang sama, kita pun tetap bersyukur ketika ada orang yang berbagi kasih untuk kita. Intensi dari berbagi ini adalah memperoleh buah yang baik. Itu adalah hasil menuju hidup dalam kasih yang berkelimpahan.


Apakah kita sudah bersyukur bahwa apa yang kita peroleh di dunia ini merupakan pemberian? Nasi yang kita makan yang menghilangkan lapar, air yang kita minum yang melepaskan rasa dahaga, udara segar yang kita hirup dalam hidup merupakan beberapa contoh dari sekian banyaknya pemberian. Karena semuanya ini adalah pemberian maka kita pun diajak tidak melupakan Tuhan yang memberikan semuanya. Kita pun mesti tahu apa yang layak kita berikan kepada Tuhan. Tuhan tahu apa yang akan diberikan kepada kita kalau kita juga tahu bersyukur.


Bapak-Ibu, Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus

Poin renungan Kedua adalah arti sebuah kepercayaan yang diberikan dan sikap tanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan. Dalam bacaan, tuan memiliki tujuan mulia terhadap para penggarap kebun anggurnya. Tentu saja hasil dari kebun anggur tersebut menopang keberlangsungan hidup baik untuk tuan sendiri maupun untuk para penggarap kebun anggur. Akan tetapi, para penggarap menyalahgunakan apa yang diharapkan tuan kebun anggur. Mereka mengharapkan hasil yang lebih. Karena itu mereka bertindak kejam, jahat dan serakah. Hal ini menggambarkan bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan dari tuan kebun anggur. Salah satu hal yang membuat hidup kita belum berbuah dan belum ada hasil adalah kadang menyalahgunakan kepercayaan karena kepentingan pribadi dan kelompok. Atau memanfaatkan kepercayaan tersebut demi meraup keuntungan pribadi atau kelompok. Dan pada akhirnya kita jauh dari sikap dan rasa tanggung jawab. Semisal ketika kita dipercayakan rakyat untuk memimpin, apakah kita sudah bersyukur bahwa itu adalah pemberian. Ketika memimpin apakah kita bertindak di bawah hukum cinta kasih; bertindak menjaga dan merawat ibu bumi, bertindak adil, tidak merampas hak yang bukan menjadi milik kita.


Bapak-Ibu, Saudara-Saudari yang terkasih dalam Kristus

Kita semua diberikan kepercayaan yang sama oleh Tuhan untuk mengisi kehidupan ini dengan baik dan menghasilkan buah-buah kebaikan. Dengan cara yang sama memberi apa yang kita terima untuk orang yang berkekurangan. Dengan demikian berbanggalah, karena kita telah bersyukur, telah menjaga kepercayaan dan telah membangun sikap tanggung jawab.


***


Fr. Andreas Pati Blemang, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page