Duel Ketat Berakhir, Unit Helena Menang 2-1 atas Unit Fransiskus
- 3 days ago
- 2 min read

Unit Helena mengamankan tiga poin penting setelah menaklukkan Unit Fransiskus (San Francisco) dengan skor 2-1 dalam laga penyisihan Rektor Cup 2026 di Lapangan Wairpelit, Sabtu (11/4/2026) sore.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal, diwarnai permainan terbuka, duel lini tengah, serta satu kesalahan fatal yang menentukan hasil akhir.
Unit Fransiskus yang ditangani pelatih Clitus Kluivert tampil dengan organisasi permainan yang cukup rapi. Will dipercaya sebagai kapten, memimpin lini belakang bersama Yohan Rudin, Khoza, dan Kanis Bauk untuk membendung serangan Unit Helena.
Di lini tengah, Om Yance dan daCosta berusaha menjaga keseimbangan permainan, sementara Rian Tap menjadi tumpuan di lini depan.
Di sisi lain, Isto Metan, pelatih Unit Helena mengandalkan Dimas Muti sebagai ujung tombak dengan dukungan Risno. Tino dan Ito Halley berperan sebagai pengatur alur serangan.
Sejak menit awal, kedua tim langsung bermain dalam tempo tinggi. Unit Helena berusaha membangun serangan dari kaki ke kaki, tetapi disiplin lini belakang Unit Fransiskus membuat Dimas Muti beberapa kali kesulitan menembus ruang.
Will dan Yohan Rudin tampil cukup solid dalam menjaga garis pertahanan, termasuk dalam menerapkan jebakan offside.
Namun, satu celah kecil cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Pada pertengahan babak pertama, Tino mengirim umpan terukur ke jantung pertahanan Unit Fransiskus. Umpan itu berhasil melewati koordinasi lini belakang yang mencoba naik bersama.
Dimas Muti yang bergerak tanpa bola dengan timing tepat lolos dari kawalan, lalu menyambut bola dengan sontekan pelan. Arah bola mengecoh kiper Piu Ngey dan bersarang di sudut gawang. Unit Helena unggul 1-0.
Gol tersebut memaksa Unit Fransiskus keluar dari tekanan. Permainan mulai terbuka. Om Yance dan daCosta meningkatkan distribusi bola ke sektor sayap, sementara Enda dan Rian Tap mencoba membuka ruang. Meski beberapa peluang tercipta, penyelesaian akhir belum maksimal hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Kontak fisik lebih sering terjadi, dan kedua tim terlihat mulai berani mengambil risiko. Unit Helena tetap mencoba menjaga ritme melalui Tino dan Ito Halley, sedangkan Unit Fransiskus mempercepat transisi menyerang.
Upaya Unit Fransiskus akhirnya berbuah hasil. Dari skema serangan sisi lapangan, bola dikirim ke dalam kotak penalti dan disambut oleh Rian Tap. Dengan satu sentuhan, ia menaklukkan kiper Felix dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol ini mengubah dinamika pertandingan. Kedua tim bermain lebih agresif. Helena mencoba kembali menekan melalui kombinasi Dimas Muti dan Okto, sementara Unit Fransiskus semakin percaya diri membangun serangan.
Namun, ketika momentum mulai berpihak pada Unit Fransiskus, kesalahan di lini belakang justru menjadi penentu.
Sebuah miskomunikasi antar pemain bertahan membuka ruang di area pertahanan sendiri. Okto yang membaca situasi dengan cepat langsung memanfaatkan celah tersebut.
Setelah menerima umpan dari Brend, ia melepaskan tembakan terarah yang kembali menaklukkan Piu Ngey. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Helena.
Di sisa waktu pertandingan, Unit Fransiskus mencoba meningkatkan tekanan. Rian Tap terus bergerak mencari ruang. Namun, lini belakang Helena yang dikawal Yudi, Bege, Aping, dan Peter tampil disiplin. Kiper juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan. Unit Helena menutup laga dengan kemenangan 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung kompetitif dan penuh tekanan.
Hasil ini menjaga peluang Helena di fase grup, sementara Unit Fransiskus perlu membenahi koordinasi lini belakang agar tidak kembali kehilangan poin pada laga berikutnya.*
*Dimas Muti dan Febry Suryanto




Comments