top of page

King Kopra Tumbangkan Efrata Gere dalam Duel Panas Voli Rektor Cup 2026

  • Apr 12
  • 2 min read

Dua tim, Unit Arnoldus Nitapleat (King Kopra) dan Unit Efrata Gere, berfoto bersama sebelum pertandingan bola voli dalam ajang Rektor Cup 2026 di lapangan Ledalero, Minggu (13/4/2026).
Dua tim, Unit Arnoldus Nitapleat (King Kopra) dan Unit Efrata Gere, berfoto bersama sebelum pertandingan bola voli dalam ajang Rektor Cup 2026 di lapangan Ledalero, Minggu (13/4/2026).

Pertandingan bola voli antarunit dalam rangka Rektor Cup Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero kembali menyuguhkan duel sengit.


Kali ini, Unit Arnoldus Nitapleat yang dikenal dengan julukan “King Kopra” berhasil menumbangkan Unit Efrata Gere setelah melalui pertarungan tiga set yang menegangkan, Minggu (13/4/2026).


Sejak awal, laga yang digelar di lapangan Ledalero itu sudah memperlihatkan tensi tinggi. Di bawah terik matahari Maumere, kedua tim tampil ngotot dengan ambisi yang sama: meraih kemenangan.


Efrata Gere turun dengan komposisi pemain yang menjanjikan, dipimpin kapten Lodri bersama Brily Egus, Jhon Sogen, Waldus Nuka, Chiko Rajo, dan Rizal Fallo.


Di seberang net, King Kopra mengandalkan kekuatan sang kapten Anjelo Nglore, didukung Hendra Niron, Tian Rasyi, Alfons Sasi, Engko Atok, Henokh Mere, serta Mario Langit yang menjadi tumpuan utama tim.


Pada set pertama, King Kopra langsung tampil dominan. Permainan cepat dan rapi yang mereka bangun membuat Efrata Gere kesulitan mengembangkan ritme.


Smash-smash tajam dari Tian Rasyi dan Hendra Niron berkali-kali menembus pertahanan lawan. King Kopra pun menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan.


Efrata Gere tak tinggal diam. Memasuki set kedua, mereka bangkit dan tampil lebih agresif. Kapten Lodri bersama Waldus Nuka mulai menemukan ritme permainan, melepaskan smash keras yang beberapa kali berbuah poin.


Kesalahan-kesalahan kecil dari King Kopra berhasil dimanfaatkan dengan baik. Set kedua pun menjadi milik Efrata Gere dengan selisih angka yang cukup jauh, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.


Set penentuan berlangsung jauh lebih dramatis. Sorakan penonton semakin riuh, sementara intensitas permainan meningkat tajam. Kedua tim saling jual beli serangan.


Efrata Gere sempat unggul dan berada di atas angin lewat serangan bertubi-tubi dari lini depan. Namun, di momen krusial, sosok Mario Langit tampil sebagai pembeda.


Pemain yang dikenal sebagai “mega bintang” King Kopra itu beberapa kali membaca arah serangan lawan dengan tepat. Ia memblok smash keras Efrata Gere secara beruntun, mematahkan momentum yang sudah mereka bangun.


Di saat yang sama, kapten Anjelo Nglore terus memompa semangat rekan-rekannya, menegaskan pentingnya kekompakan dalam situasi genting.


Perlahan, King Kopra membalikkan keadaan. Poin demi poin dikumpulkan hingga akhirnya mereka mengunci kemenangan pada set ketiga. Efrata Gere pun harus mengakui keunggulan lawan setelah melalui pertandingan panjang dan melelahkan.


Kemenangan ini menjadi suntikan motivasi besar bagi King Kopra untuk menghadapi laga-laga berikutnya.


Sebaliknya, kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Efrata Gere untuk melakukan evaluasi, terutama dalam menjaga konsistensi di momen penentuan.


Rektor Cup 2026 kembali menegaskan dirinya bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, sportivitas, dan semangat persaudaraan di antara para frater Seminari Ledalero.*


*Fr. Ijen Halek, SVD

 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page