top of page

Mengampuni karena Telah Diampuni

6 hours ago
4 min read

RENUNGAN HARIAN

Minggu, 13 September 2026 - Pekan Biasa ke XXIV Tahun Genap


Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Sir 27:30-28:9

Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12

Bacaan II: Rom 14:7-9

Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34

Bacaan Injil: Mat 18:21-35


Bacaan I

Sir 27:30-28:9

Ampunilah kesalahan sesama,

niscaya dosa-dosamu akan dihapus juga, jika engkau berdoa.


Bacaan dari Kitab Sirakh:


Dendam kesumat dan amarah sangatlah mengerikan,

dan orang berdosalah yang dikuasainya.

Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan.

Tuhan dengan saksama mmperhitungkan segala dosanya.

Ampunilah kesalahan sesama,

niscaya dosa-dosamu akan dihapus juga, jika engkau berdoa.


Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan,

jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia?

Bolehkah ia mohon ampun atas dosa-dosanya,

kalau ia sendiri tidak menaruh belas kasihan

terhadap seorang manusia yang sama dengannya?

Dia hanya daging belaka,

namun menaruh dendam kesumat;

siapa gerangan akan mengampuni dosa-dosanya?

Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan.

Ingatlah akan kebusukan serta maut,

dan hendaklah setia kepada segala perintah.

Ingatlah akan perintah-perintah,

dan jangan mendendami sesama manusia.

Hendaklah kamu ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi,

lalu ampunilah kesalahan sesama.

Jauhilah pertikaian,

maka engkau mengurangkan jumlah dosa,

sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian.

Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat,

dan melontarkan permusuhan

di antara orang-orang yang hidup dengan damai.


Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan

Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12

R:8

Tuhan adalah pengasih dan penyayang,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku,

janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!


*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

dan menyembuhkan segala penyakitmu!

Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,

dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!


*Tidak terus menerus Ia murka,

dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.

Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,

atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.


*Setinggi langit dari bumi,

demikian besarnya kasih setia Tuhan

atas orang-orang yang takwa kepada-Nya!

Sejauh timur dari barat,

demikian pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.


Bacaan II

Rom 14:7-9

Entah hidup entar mati, kita tetap milik Tuhan.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:


Saudara-saudara,

tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri,

dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan,

dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.

Jadi entah hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan.

Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali,

supaya Ia menjadi Tuhan

baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup.


Demikianlah sabda Tuhan.



Bait Pengantar Injil

Yoh 13:34

Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan,

yaitu supaya kamu saling mengasihi

sama seperti Aku telah mengasihi kamu.


Bacaan Injil

Mat 18:21-35

Ampunilah saudaramu,

bukan sampai tujuh kali

melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.


Inilah Injil Suci menurut Matius:


Sekali peristiwa

datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata,

"Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku

jika ia berbuat dosa terhadap aku?

Sampai tujuh kali?"

Yesus berkata kepadanya, "Bukan!

Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali,

melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.


Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja

yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu,

dihadapkanlah kepadanya seorang

yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya,

raja itu memerintahkan

supaya ia dijual beserta anak isteri dan segala miliknya

untuk pembayar hutangnya.

Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya:

Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu,

sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.


Tetapi ketika hamba itu keluar,

ia bertemu dengan seorang hamba lain

yang berhutang seratus dinar kepadanya.

Ia menangkap dan mencekik kawannya itu,

katanya: Bayar hutangmu!

Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya:

Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara

sampai dilunaskannya segala hutang itu.


Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih

lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

Raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi

dan berkata kepadanya:

Hai hamba yang jahat!

Seluruh hutangmu telah kuhapuskan

karena engkau memohonnya kepadaku.

Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu

seperti aku telah mengasihani engkau?


Maka marahlah tuannya itu

dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,

sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Demikianlah Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadap kamu,

apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu

dengan segenap hatimu."


Demikianlah sabda Tuhan.



Renungan

Bapa ibu saudara saudari, para pecinta Sabda yg terkasih.


Dalam Injil hari ini, Petrus bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Yesus menjawab: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”


Jawaban Yesus ini menunjukkan bahwa pengampunan tidak boleh dibatasi oleh perhitungan manusia. Yesus kemudian menceritakan kisah seorang hamba yang memiliki hutang sangat besar. Ia tidak mampu membayarnya, tetapi tuannya berbelas kasih dan menghapus seluruh hutangnya.


Ironisnya, setelah menerima pengampunan yang begitu besar, hamba itu justru tidak mau mengampuni orang lain yang berhutang kepadanya. Di sinilah Yesus mengajak kita untuk bercermin.


Bukankah sering kali kita juga seperti hamba itu?

Kita memohon kepada Tuhan: “Tuhan, ampunilah kesalahan saya.” Tetapi ketika orang lain menyakiti kita, kita sulit mengampuni.

Kita mungkin berkata, “Saya sudah memaafkan, tetapi saya tidak akan melupakannya.”


Saudara-saudari,


Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu tidak penting. Mengampuni berarti kita tidak membiarkan kesalahan orang lain menguasai hati kita.

Kita mengampuni bukan karena orang lain selalu layak menerima pengampunan, tetapi karena kita sendiri telah terlebih dahulu menerima pengampunan dari Tuhan.


Hal ini sangat penting dalam kehidupan bersama, termasuk dalam komunitas religius.

Kita hidup bersama dengan orang-orang yang berbeda: berbeda karakter, kebiasaan, latar belakang, dan cara berpikir. Karena itu, gesekan dan kesalahpahaman tidak dapat dihindari.

Justru dalam kehidupan bersama itulah kita belajar menjadi manusia yang sungguh-sungguh mengasihi.


Mungkin hari ini ada seseorang yang masih sulit kita ampuni. Ada luka yang masih kita simpan. Ada perkataan atau tindakan seseorang yang masih membuat hati kita terluka.

Mari kita bawa semuanya kepada Tuhan.


Kita mungkin belum mampu mengampuni sepenuhnya. Tetapi kita bisa mulai dengan doa: “Tuhan, saya mau belajar mengampuni. Sembuhkan hati saya dan bebaskan saya dari kebencian.” Sebab pengampunan adalah rahmat.


Saudara-saudari yang terkasih,


Jangan sampai kita terlalu sibuk menghitung kesalahan orang lain, sementara kita lupa menghitung begitu banyak belas kasih Tuhan dalam hidup kita.

Kita mengampuni karena kita telah diampuni.

Kita berbelas kasih karena kita telah menerima belas kasih.


Semoga hati kita semakin menyerupai hati Kristus: hati yang tidak menyimpan dendam, berani meminta maaf, dan rela mengampuni.


Tuhan memberkati kita. Amen.

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page