top of page

RENUNGAN HARIAN || Kamis, 15 Oktober 2026 - Pekan Biasa ke-XXVIII Tahun Genap || Hidupilah Apa yang Engkau Hidupi karena Tuhan Mencintai Iman yang Hidup

21 hours ago
4 min read

PW S. Teresia dr Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: Ef 1:1-10

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6

Bacaan Injil: Luk 11:47-54


Bacaan I

Ef 1:1-10

Allah telah memilih kita sebelum menciptakan jagat raya.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:


Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah,

kepada orang-orang kudus di Efesus,

orang-orang yang percaya dalam Kristus Yesus.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita

dan dari Tuhan Yesus Kristus

menyertai kalian.


Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus

yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita

segala berkat rohani di surga.

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-anak-Nya

oleh perantaraan Yesus Kristus

sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia,

yang dianegerahkan-Nya kepada kita dalam Dia yang dikasihi-Nya.

Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya

kita telah memperoleh penebusan,

yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

yang Ia limpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita,

sesuai dengan rencana kerelaan-Nya,

yaitu rencana kerelaan

yang dari semula telah ditetapkan-Nya dalam Kristus,

sebagai persiapan kegenapan waktu

untuk mempersatukan segala sesuatu dalam Kristus sebagai Kepala,

baik yang di surga maupun yang di bumi.


Demikianlah sabda Tuhan.



Mazmur Tanggapan

Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6

R:2a

Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;

keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.


*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan

yang datang dari pada-Nya,

Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.


*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan

yang datang dari Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bergembiralah, dan bermazmurlah!


*Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi,

dengan kecapi dan lagu merdu;

dengan nafiri dan sangkakala yang nayring,

bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.



Bait Pengantar Injil

Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;

hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.



Bacaan Injil

Luk 11:47-54

Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia, akan dituntut.


Inilah Injil Suci menurut Lukas:


Sekali peristiwa

tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata,

"Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam para nabi,

padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka.

Dengan demikian kalian mengaku,

bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu,

sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu

dan kalian membangun makamnya.


Sebab itu hikmat Allah berkata,

'Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul.

Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu

akan mereka bunuh dan mereka aniaya.

Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi

yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,

mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia

yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah.'

Bahkan Aku berkata kepadamu,

'Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.'

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat,

sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan.

Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya,

tetapi orang yang berusaha untuk masuk kalian halang-halangi."


Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu,

para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai,

dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.

Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya,

supaya mereka dapat menangkap-Nya

berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.


Demikianlah sabda Tuhan.



RENUNGAN


Hidupilah Apa yang Engkau Hidupi karena Tuhan Mencintai Iman yang Hidup


Bapak/ibu, saudara/i pencinta Sang Sabda

Berbicara soal iman yang hidup maka kita berbicara tentang iman yang tampak pada perbuatan kita.


Permenungan kita kali ini menyinggung aspek tindakan yang muncul dari iman pada kedalaman nurani kita. Tak jarang kita menemukan orang atau bahkan diri kita sendiri yang tidak melakukan tindakan seturut iman yang kita imani. Kita memang memenuhi sisi kekatolikan kita sebagai orang katolik dengan secara baik mengikuti semua kegiatan rohani, baik berdoa bersama, mengikuti Ekaristi, maupun kegiatan rohani lainya. Namun, apakah semuanya itu telah kita aplikasikan dalam tindakan berbuat baik untuk sesama? Atau mungkinkah kita sendiri menjadi pelaku yang berbuat menyimpang dari apa yang telah kita imani dalam iman kita?


Dalam bacaan Injil tadi, Yesus berkata, “Celakalah kamu hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang-orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi”. Pernyataan Yesus ini hendak mengajarkan kita bahwa janganlah kita seperti ahli Taurat yang tampak suci di balik topeng, tetapi bertindak sebagai penyesat pada tindakan nyata. St. Arnoldus Janssen menetapkan spiritual Serikat Sabda Allah guna iman yang dihayati mampu diaplikasikan dengan baik melalui tindakan nyata. Dalam Injil Matius 25:40, Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”. Tuhan Yesus mau agar dari Sabda yang menjelma, sampai pada kasih yang nyata, perlulah ada tindakan sosial dari bentuk kasih itu. Kita semestinya membangun sebuah niat yang baik untuk bertindak kepada sesama dari refleksi iman kita akan Tuhan yang baik itu.


Untuk apa kita berdoa bagi ketimpangan dunia kalau kita sendiri menjadi pelaku atas ketimpangan itu? Untuk apa kita pergi ke Gereja dan mengikuti kegiatan rohani, sedangkan kita menutup mata dan memalingkan muka terhadap sama saudara dan saudari kita yang menderita? Kita boleh mengatakan, “Aku turut bersusah hati atas kedukaanmu”. Namun, seorang perompak pun dapat berkata demikian dan apa bedanya kita yang terlihat suci dengan perompak yang mencuri roti untuk anak yatim yang kelaparan?


Marilah kita membangun iman yang kokoh kuat dengan juga mengaplikasikan itu sebagai sebuah tindakan iman yang nyata untuk sesama makhluk ciptaan.


***


Fr. Aelredus Banu Bate, SVD

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page