TIM GABUNGAN JPIC SVD, SSPS, TRUK-F DAN MITRA KEMANUSIAAN SALURKAN BANTUAN BAGI KORBAN GEMPA DI TENO MESE
- 2 hours ago
- 4 min read

Manggarai Timur, 29 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi Flores kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Tim gabungan yang terdiri dari JPIC SVD Ende, SSpS Flores Bagian Timur, Truk-F, dan para Frater Seminari Ledalero melaksanakan misi kemanusiaan dengan mendistribusikan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.
Rombongan berangkat dari Ledalero pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 07.15 WITA. Perjalanan menuju Desa Teno Mese cukup panjang dengan medan yang menantang. Jalan yang berliku dan kondisi geografis wilayah menjadi bagian dari perjalanan misi kemanusiaan tersebut. Meski demikian, semangat untuk menjumpai dan membantu masyarakat yang sedang mengalami penderitaan membuat rombongan tetap melanjutkan perjalanan.
Rombongan tiba di wilayah Kecamatan Elar Selatan sekitar pukul 21.30 WITA. Misi kemanusiaan ini dikoordinasikan oleh Fr. Eyo Galus, SVD, dan melibatkan para pater, suster, frater, serta sejumlah mitra awam yang turut mengambil bagian dalam pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana.
1.307 Jiwa dan 355 KK di Teno Mese
Desa Teno Mese terdiri atas empat dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 1.307 jiwa yang tergabung dalam 355 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, terdapat 700 laki-laki dan 607 perempuan. Kelompok yang cukup rentan dalam situasi pascabencana adalah bayi dan balita yang berjumlah 135 orang.
Kondisi masyarakat semakin memprihatinkan karena gempa bumi turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan tempat tinggal warga. Berdasarkan data yang dihimpun di wilayah tersebut, tercatat 34 bangunan mengalami rusak berat, 25 bangunan mengalami rusak sedang, dan 75 bangunan mengalami rusak ringan.
Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Teno Mese tidak hanya menghadapi persoalan kebutuhan pangan, tetapi juga berhadapan dengan kerusakan tempat tinggal dan kondisi kehidupan yang belum sepenuhnya pulih setelah bencana. Terlebih lagi, keberadaan 135 bayi dan balita membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan.

Bantuan Sembako hingga Pelayanan Kesehatan
Di tengah situasi tersebut, tim gabungan hadir membawa sejumlah bantuan kemanusiaan. Bantuan yang didistribusikan berupa sembako, khususnya beras dan mi instan, serta berbagai kebutuhan khusus bagi bayi dan balita. Tim juga membawa bantuan berupa kebutuhan perempuan yang diperlukan dalam situasi pengungsian dan kondisi darurat.
Selain pendistribusian bantuan logistik, para suster dari SSpS Flores Bagian Timur turut memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan ini menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan karena kondisi pascabencana tidak hanya menghadirkan persoalan kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan kesehatan dan pemulihan masyarakat.
Kehadiran tim gabungan tersebut menjadi tanda bahwa penderitaan masyarakat akibat bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab mereka yang berada di lokasi bencana, tetapi juga menjadi panggilan bersama untuk menghadirkan solidaritas dan kasih.
“Mereka juga butuh uluran tangan kasih kita,” ungkap Sr. Thomasin, SSpS, salah satu anggota rombongan yang juga merupakan Pimpinan Provinsi SSpS Flores Bagian Timur.
Ungkapan tersebut menggambarkan semangat utama dari perjalanan misi kemanusiaan ini. Bantuan yang dibawa tidak hanya dipandang sebagai pemberian berupa barang, tetapi juga sebagai tanda kehadiran, kepedulian, dan persaudaraan kepada masyarakat yang sedang mengalami penderitaan.
Hadir sebagai Saudara bagi Mereka yang Menderita
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh persaudaraan terasa kuat. Tim dan masyarakat bertemu bukan sekadar sebagai pemberi dan penerima bantuan, melainkan sebagai sesama saudara yang sedang berbagi rasa dalam menghadapi penderitaan akibat bencana.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para pater, suster, frater, mitra awam, dan masyarakat untuk saling menguatkan. Di tengah kerusakan rumah dan ketidakpastian yang dihadapi warga, kehadiran tim kemanusiaan memberikan pesan bahwa masyarakat Teno Mese tidak berjalan sendirian dalam menghadapi situasi pascabencana.
Bagi masyarakat yang terdampak, bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan dasar memang penting. Namun, lebih dari itu, kehadiran orang-orang yang datang untuk mendengarkan, menyapa, melayani, dan berbagi menjadi bentuk dukungan moral yang tidak kalah berarti.

Ditutup dengan Ekaristi di Tenda Pengungsian
Misi kemanusiaan tersebut kemudian ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama di tenda pengungsian. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Nard Hayong, SVD, sementara P. Otto Gusti, SVD, membawakan homili.
Perayaan Ekaristi di tengah tenda pengungsian menjadi penutup yang penuh makna. Setelah berbagi bantuan, memberikan pelayanan kesehatan, dan membangun kebersamaan dengan masyarakat, rombongan kembali meneguhkan harapan bahwa di tengah penderitaan akibat bencana, solidaritas dan kasih persaudaraan harus terus dihidupkan.
Misi kemanusiaan di Desa Teno Mese menjadi sebuah kesaksian bahwa kasih tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kehadiran dan tindakan nyata. Di tengah keterbatasan dan tantangan pascabencana, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk bertahan, memulihkan kehidupan, dan menatap masa depan dengan harapan.
Dengan 355 KK dan 1.307 jiwa, termasuk 135 bayi dan balita, serta 134 bangunan yang mengalami kerusakan dengan rincian 34 rusak berat, 25 rusak sedang, dan 75 rusak ringan, masyarakat Teno Mese masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Misi yang dilakukan oleh tim gabungan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui jarak, medan yang sulit, dan berbagai keterbatasan.
Dari Ledalero menuju Teno Mese, perjalanan itu bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah perjalanan untuk menjumpai saudara yang sedang menderita, membawa bantuan, menghadirkan penghiburan, dan menyalakan kembali harapan.
Penulis,
Fr. Eyo Galus, SVD




Comments