top of page

JPIC SVD Ende Bersama SSpS, dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores, Hadir bagi Korban Gempa di Desa Lidi, Palue

  • 4 hours ago
  • 2 min read
Tim relawan foto bersama beberapa korban gempa
Tim relawan foto bersama beberapa korban gempa

Tim JPIC SVD Ende, para suster SSpS dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores, mengadakan aksi kemanusiaan di Desa Lidi, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Tim yang berjumlah 25 orang dan terdiri atas 15 frater, 2 imam, 6 suster, serta 2 orang relawan dari Malang ini, berangkat menuju pulau Palue pada Kamis (27 Agustus 2026).


Dalam aksi kemanusiaan tersebut, tim menyalurkan berbagai bantuan berupa air minum, beras, dan obat-obatan kepada 327 kepala keluarga (KK) di Desa Lidi. Kegiatan ini secara khusus dimaksudkan untuk membantu warga Palue, khususnya masyarakat Desa Lidi, yang terdampak bencana gempa bumi.

Tim relawan (Frater SVD) sedang mengangkut barang kebutuhan para korban gempa dari kapal
Tim relawan (Frater SVD) sedang mengangkut barang kebutuhan para korban gempa dari kapal

Sebelum berangkat menuju Desa Lidi, Pater Ignas Ledot, SVD, selaku Koordinator JPIC SVD Ende, mengingatkan seluruh anggota tim mengenai semangat utama dari aksi kemanusiaan tersebut. Iya menjelaskan bahwa tujuan utama kehadiran para relawan bukan semata-mata untuk menyalurkan bantuan, melainkan terutama untuk berjumpa dan hadir bersama para korban bencana. “Bahan-bahan bantuan yang kita bawa hanyalah medium yang membawa kita pada momen perjumpaan dengan saudara-saudari yang terdampak,” demikian semangat yang ditekankan Pater Ignas kepada seluruh anggota tim.


Ia juga mengingatkan agar seluruh relawan menghindari keluhan selama menjalankan tugas dan pelayanan di tengah masyarakat yang sedang mengalami dampak bencana.

Selain menyalurkan bantuan, tim relawan juga melaksanakan sejumlah kegiatan bersama masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pengecekan kesehatan, animasi bagi anak-anak, serta perayaan Ekaristi bersama umat di Kapela Stasi Natu, Paroki Ave Maria Bintang Laut Uwa.


Pater Vande Raring, SVD, yang juga dikenal sebagai aktivis advokasi publik, saat berjumpa dengan warga di Desa Lidi menyampaikan bahwa gempa bumi memang dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Flores. Namun, menurutnya, terdapat kelompok masyarakat tertentu yang mengalami dampak lebih berat dan karena itu membutuhkan perhatian serta bantuan secara khusus.


“Dalam situasi seperti ini, Tim JPIC SVD Ende, Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores, SSpS, dan SVD hadir untuk membantu saudara-saudari yang sungguh-sungguh terdampak oleh bencana gempa bumi Flores,” ungkapnya.

 

Dalam perjumpaan bersama warga, Ibu Edista Membe menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh anggota tim yang telah bersedia datang mengunjungi masyarakat Palue, khususnya warga Desa Lidi, serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mensyukuri setiap bantuan dan perhatian yang telah diberikan.


Sementara itu, Pater Yono Haryono, SVD, selaku ketua rombongan relawan, menjelaskan bahwa kedatangan tim ke Desa Lidi merupakan wujud nyata solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan juga merupakan bagian penting dari misi SVD dan SSpS. Karena itu, kehadiran para relawan di Palue merupakan salah satu bentuk konkret perwujudan misi kemanusiaan dan keberpihakan kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan.

 

Kehadiran tim relawan disambut dengan baik oleh seluruh masyarakat Desa Lidi, Kecamatan Palue. Selama kegiatan berlangsung, tim relawan tinggal di Desa Lidi selama satu malam untuk menjalankan berbagai kegiatan bersama masyarakat.

Secara umum, berbagai bahan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat diangkut melalui jalur laut.


Perjalanan dan kehadiran para relawan di tengah masyarakat Desa Lidi menjadi sebuah pengalaman perjumpaan dan solidaritas, di mana bantuan yang diberikan bukan sekadar barang kebutuhan, melainkan juga menjadi tanda kepedulian dan kebersamaan bagi saudara-saudari yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi.

 

Penulis,

Loys Jewaru

 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page