top of page

Akibat Guncangan Gempa, 27 Frater SVD Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Ikrarkan Kaul Kekal di Halaman Aula

  • 24 hours ago
  • 3 min read
Foto bersama 27 Frater yang baru berkaul kekal dan para imam di halaman Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Foto bersama 27 Frater yang baru berkaul kekal dan para imam di halaman Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Maumere_Suasana haru bercampur ketegangan menyelimuti perayaan ikrar kaul kekal 27 frater Serikat Sabda Allah (SVD) Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Sabtu (15/8/2026). Di tengah guncangan gempa yang melanda wilayah Flores, para frater tetap teguh mengikrarkan janji hidup mereka selamanya bagi Tuhan dalam SVD.


Gempa yang cukup dahsyat menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah bangunan di Seminari Ledalero, termasuk Aula Thomas Aquinas yang semula dijadwalkan menjadi tempat perayaan misa kaul kekal 27 frater.


Demi keamanan bersama, panitia dengan sigap memindahkan seluruh peralatan liturgi ke halaman aula pada pagi hari sebelum perayaan dimulai. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan selama perayaan berlangsung.


Meski diliputi kecemasan akibat situasi gempa, perayaan kaul kekal 27 frater tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Banyak keluarga, kerabat, dan umat lainnya hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Perayaan diawali dengan perarakan dari Pendopo bagian barat Seminari Ledalero, diiringi tarian dan suara merdu dari para frater Ledalero Choir.


Pater Provinsial SVD Ende (P. Josef Emanuel Embu, SVD)
Pater Provinsial SVD Ende (P. Josef Emanuel Embu, SVD)

Misa perayaan kaul kekal tersebut dipimpin langsung oleh Pater Provinsial SVD Ende, P. Eman Embu, SVD, bersama sejumlah imam konselebran. Dalam homilinya, Pater Eman menekankan dua point utama dalam menghidupi kaul religius, yakni: sentralitas Sabda Allah dan kebebasan Injili.


“Sabda Allah bukan sekadar teks dalam Kitab Suci, melainkan Yesus Kristus sendiri yang menjelma menjadi manusia. Sebagai misionaris SVD, kalian harus mewartakan Sabda itu melalui keberpihakan kepada orang-orang kecil dan terpinggirkan,” tegas Pater Eman.


Ia mengingatkan ke 27 frater yang berkaul kekal, bahwa Kitab Suci adalah cermin bagi identitas seorang SVD. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk senantiasa membaca dan merenungkan Kitab Suci, serta siap diutus ke mana saja sesuai kehendak Allah, bukan berdasarkan keinginan pribadi. Selain itu, Pater Eman juga menyoroti makna kebebasan Injili sebagai bentuk pengorbanan diri dalam memilih apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan.


Dalam sesi sambutan, Ibu Simone Daniela Parasi, perwakilan orang tua, menyampaikan rasa bangga dan syukur yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa anak-anak mereka adalah milik Tuhan yang patut dipersembahkan kembali kepada-Nya. Dengan nada penuh kasih namun tegas, Ibu Simone berpesan agar ke 27 frater tidak pernah boleh menganggap remeh terhadap panggilan suci yang sudah dijanjikan untuk kekal.


“Jangan sekali-kali bermain-main di biara. Bertekunlah dalam doa, kerja, belajar, dan pelayanan. Menjadi imam bukan berarti berpisah dari keluarga, karena kalian berasal dari sana,” ujarnya.


Ia juga memberikan peringatan keras kepada ke 27 frater mengenai tantangan dalam model pelayanan dewasa ini.


“Jangan mengutamakan uang di hati saat pelayan, sebab Tuhan Yesus tidak akan hadir di situ. Ingat, doa orang kecil lebih putih daripada jubah putih yang kalian pakai hari ini.” ujarnya.


Senada dengan itu, Fr. Rio Ledo, SVD, mewakili ke-27 frater yang berkaul kekal, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan para formator, pemimpin SVD, keluarga, dan semua umat selama proses pembentukan. Ia menegaskan bahwa, tema “Untuk Selama-lamanya” tersebut merupakan sebuah janji penuh kesadaran dari 27 frater berkaul kekal untuk dihayati seumur hidup.


Fr. Rio juga memohon pengertian dan dukungan doa dari semua pihak.


“Jangan kucilkan kami jika kami gagal. Namun, rangkulah kami saat jatuh maupun saat senang sebagai anak-anakmu, dan bawalah kami kembali ke jalan yang benar,” pintanya.


Sebelum membacakan surat perutusan, Pater Provinsial kembali menegaskan bahwa janji kaul adalah wujud kasih setia Tuhan.


“Ke mana pun kamu diutus, kamu tetap menjadi bagian dari kasih Tuhan,” katanya.

Usai pemberkatan penutup, suasana di halaman Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero tampak ramai. Para frater yang baru berkaul kekal bergantian berfoto dengan para imam, keluarga, dan sahabat.


Setelahnya, dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai tanda syukur di halaman aula. Mengingat kondisi gempa yang masih berpotensi terjadi, acara dibatasi tanpa acara bebas. Para tamu undangan pun segera kembali ke rumah masing-masing dengan membawa kesan mendalam tentang keteguhan iman dari 27 frater yang berani menyampaikan sumpah kekal untuk hidup selibat di tengah situasi gempa.

 

Penulis

Fr. Gonsi Kusman, SVD

 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page