• SEMINARI TINGGI SANTO PAULUS LEDALERO

Amazon: Misi dan Petualangan (Syering Pater Yanto Naben bersama Frater Unit Mikhael)


Pater Yanto Naben, SVD


Seminariledalero.org - Para Frater unit Mikhael Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero mengadakan syering pengalaman misi pastoral di Amazon-Brazil bersama Pater Yanto Naben, Rabu (3/1/2021) malam di kamar makan unit Mikhael.


Pada awal kegiatan Frater Sandro selaku moderator melemparkan sebuah pertanyaan kepada para frater yang hadir tentang alasan mereka tampak antusias untuk datang dan mendengarkan syering dari Pater Yanto.


Salah satu frater unit Mikhael, Frater Kresna, mengatakan bahwa kegiatan syering seperti ini sangat penting mengingat saat ini mereka sedang berada dalam masa formasi, dan suatu saat nanti pasti akan mengalami pengalaman sebagaimana yang dialami oleh Pater Yanto.


"Syering ini merupakan motivasi bagi semua peserta kegiatan untuk tetap setia dan teguh dalam menjalani panggilan Tuhan", ujarnya .


Dianiaya


Selanjutnya, Pater Yanto diberi kesempatan untuk menyeringkan pengalaman misinya ketika bertugas di Brazil. Pater Yanto membuka syeringnya dengan menceritakan sebuah pengalaman tragis. Pengalaman itu dialaminya ketika berada di Pastoran Paroki Estrela do Mar, sekitar 300 km dari kota Sao Paulo.


Dia menceritakan bahwa pada 3/8/2016 malam, ia didatangi oleh sekelompok orang tidak dikenal. Saat itu, Pater Yanto lagi sendirian di pastoran, kebetulan pastor rekannya sedang berada di Sao Paulo untuk urusan kesehatan. Orang-orang itu datang untuk merampok uang dan barang-barang berharga yang ada di pastoran paroki. Sebelum beraksi, mereka mengikat tangan dan kaki Pater Yanto dengan sebuah kabel.


Setelah itu, mereka mulai mengobrak-abrik isi kamar Pater Yanto sambil menuntutnya untuk memberitahukan di mana Pater meletakkan kotak uang Paroki. Ketika Pater menjawab bahwa kotak uang tidak ada, mereka mulai marah dan menyiksa Pater Yanto dengan pukulan, tendangan bahkan menganiaya sekujur tubuhnya dengan pisau panas.


Pater Yanto menerima segala penganiyaan itu tanpa perlawanan. Bahkan mereka mengancam untuk mencungkil mata, tetapi Pater Yanto tetap tenang. Malam itu, Pater Yanto disiksa dianiaya dengan sangat keji selama 3 jam.


Menurut Pater Yanto, yang lebih keji adalah ketika tidak mendapatkan banyak barang di pastoran mereka menuju Gereja dan membongkar Tabernakel dan menemukan beberapa Sibori. Mereka menghamburkan Hosti yang sudah dikonsekrasi di lantai, lalu siborinya dibawa pergi. Laptop, HP dan barang-barang lain juga dibawa serta. Lalu, mereka pergi dan meninggalkan Pater Yanto dalam keadaan tangan terikat.


Setelah mereka pergi, Pater Yanto berusaha untuk menghubungi satu keluarga dekat pastoran untuk membantunya. Selang beberapa waktu, keluarga tersebut datang dengan membawa beberapa Polisi. Malam itu juga, Pater Yanto diantar ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang intensif.


Setelah kejadian itu, ia mendapat banyak perhatian dari sesama konfrater SVD maupun dari umat, termasuk pendampingan khusus dari psikolog. Perhatian dan dukungan tersebut menjadi kekuatan baginya untuk terus bertahan di tanah misi. Bahkan ketika dewan provinsi SVD Ende meminta dia untuk segera kembali ke Indonesia, ia meminta waktu beberapa tahun untuk tetap berada di Brazil dan mulai bermisi di tempat yang baru, Amazon.


Amazon: Misi dan Petualangan


Ketika Pater Yanto diminta untuk kembali ke Indonesia, dia berpikir bahwa dia baru saja mengalami sebuah pengalaman yang tragis. Oleh karena itu, dia meminta untuk tetap bertahan di sana sembari mencari pengalaman misi yang lebih menantang. Oleh karena itu, dia mengajukan permohonan untuk bermisi di Amazon.


Menurut Pater Yanto, Amazon adalah sebuah daerah misi yang luas yang sebagian besar adalah daerah-daerah terisolir. Ada banyak komunitas basis atau stasi. Namun, misionaris yang bekerja di wilayah itu sangat sedikit. Bahkan ada paroki yang tidak memiliki pastor. Oleh karena itu, awam pun ambil bagian dalam menjalankan misi Gereja.


“Komunitas-komunitas di pedalaman mendapatkan kunjungan hanya 4/5 kali setahun. Hal itu mengakibatkan persiapan untuk penerimaan sakramen juga tidak mendalam. Karena itu, umat menghidupi imannya tanpa pendampingan yang lebih intens”, ujar Pater Yanto.


Selanjutnya, ia menceritakan tentang bagaimana ia menjalankan misi. Seperti yang diketahui, Amazon adalah wilayah yang sebagian besar diliputi oleh hutan hujan (rainforest), danau dan sungai. Sebagian besar penduduknya tinggal di pinggiran sungai dan danau. Maka, untuk berjumpa dengan umat, Pater Yanto bersama seorang Suster menggunakan sebuah kapal kecil yang berfungsi sebagai rumah, sekretariat dan alat transportasi.


Dengan kapal kecil tersebut, ia mengunjungi komunitas basis dan melakukan pembinaan untuk orang tua calon baptis, komuni pertama dan persiapan perkawinan. Selain itu, ia juga melakukan kunjungan keluarga dan orang-orang sakit atau jompo.


“Setelah kunjungan, kami kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke komunitas berikutnya, sambil mempersiapkan makan siang atau malam. Kami mengakhiri aktivitas harian dengan doa rosario setelah makan malam. Lalu, pukul 9 malam motor listrik dimatikan dan kami istirahat malam”, kenang Pater Yanto.


Pater juga menceritakan tantangan-kesulitan yang dihadapinya selama bermisi di Amazon. Adapun tantangan yang dia alami, seperti wilayah yang luas dan waktu yang lama untuk mengunjungi satu komunitas, berhadapan dengan persoalan-persoalan sosial seperti ekologi (perusakan hutan, tambang), diskriminasi terhadap penduduk asli, cuaca dan badai, hambatan dalam perjalanan dan biaya yang besar.


Namun, karena semangat melayani yang kuat serta keinginan yang kuat untuk mengunjungi umat, maka ia tabah serta mampu melewati tantangan itu dengan baik. Baginya kehadiran di tengah umat itu sangat penting, karena kehadirannya menunjukkan bahwa Tuhan itu ada.

Sebelum mengakhiri syeringnya, Pater Yanto memotivasi para Frater unit Mikhael agar tetap semangat dalam studi sehingga kelak bisa menjadi misionaris Serikat Sabda Allah yang handal.


Terima Kasih


Mengakhiri kegiatan tersebut, Frater Erik Bhiu selaku ketua unit Mikhael sekaligus mewakili Prefek, Pater Kanis Bhila, SVD mengucapkan terimakasih berlimpah kepada Pater Yanto yang telah berkenan hadir untuk membagikan pengalaman misi di Brazil-Amazon kepada para Frater.


FOTO BERSAMA - Frater unit Mikhael foto bersama Pater Yanto Naben usai syering bersama di kamar makan unit Mikhael, Rabu (3/1/2021) malam.


Frater Erik sangat mengharapkan agar melalui syering pengalaman itu, para frater semakin teguh dan setia dalam menjalani panggilan Tuhan sehingga kelak bisa menjadi misionaris.


Penulis: Fr. Febry Suryanto, SVD

108 views0 comments

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

@2017 | Design by CH95 Website Design

VISITOR 

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • Twitter Social Icon