DIVISI JPIC SVD SEMINARI TINGGI LEDALERO, SVD YOUTH MAUMERE, LPDP MAUMERE DAN KSE HADIRKAN SUKACITA DI TENGAH GEMPA BAGI ANAK-ANAK PENGUNGSI DI MAUMERE
- 3 hours ago
- 2 min read

LEDALERO– Suasana haru bercampur sukacita terpancar dari wajah anak-anak pengungsi korban gempa bumi di Posko Stadion Glora Samador, Maumere, pada Jumat (21/8/2026). Kehadiran sejumlah kelompok relawan berhasil menghadirkan keceriaan bagi anak-anak yang tengah dilanda kecemasan akibat bencana alam tersebut.
Empat kelompok relawan yang hadir dalam aksi kemanusiaan ini meliputi Divisi JPIC SVD Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, SVD Youth cabang Maumere (yang meliputi OMK Paroki Kewapante, Runut, Bogo Natar, dan Wairpelit), LPDP Maumere, serta KSE (Komunitas San Egidio).
Aksi ini diinisiasi atas dasar rasa kemanusiaan dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi psikologis para korban, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Selain membawa bantuan sembako sebelumnya, para relawan juga memberikan pendampingan psikososial melalui pendekatan yang menyenangkan bagi anak-anak, baik yang beragama Katolik maupun non-Katolik.
Kegiatan ini dibuka dengan doa dan berkat yang dipimpin oleh P. Bernad Boli Ujan, SVD. Para frater SVD dan relawan lainnya kemudian memperkenalkan diri sebelum memulai kegiatan. Setelah itu, anak-anak tersebut dibagi ke dalam dua kelompok sesuai agamanya masing-masing. Agar suasana lebih hidup, tim relawan menyajikan berbagai animasi, seperti kuis Kitab Suci, nyanyian rohani, permainan interaktif, serta edukasi sederhana mengenai mitigasi gempa bumi.

Fr. Edit, SVD, Ketua Divisi JPIC Fratres Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar untuk menyalurkan bantuan sembako.
“Kita hadir bukan hanya untuk membawa makanan, tetapi juga untuk menguatkan iman kepada Tuhan dan kesehatan mental mereka. Melalui animasi yang kami buat, semoga beban trauma yang mereka rasakan dapat sedikit berkurang,” ungkap Fr. Edit.
Hal serupa disampaikan oleh Saudari Revi, Wakil Ketua SVD Youth Maumere. Ia menyatakan bahwa dalam situasi bencana, kita sebagai orang beriman mesti memiliki tanggung jawab moral untuk saling menguatkan agar anak-anak tidak terbelenggu oleh trauma berkepanjangan.
“Kami mencoba menguatkan iman mereka melalui kisah-kisah Kitab Suci yang dikemas secara menarik, permainan yang menghibur, serta edukasi gempa yang mudah dipahami,” jelasnya.
Upaya para relawan selama kurang lebih tiga jam tersebut tampak membuahkan hasil. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Tawa dan senyum kembali menghiasi wajah-wajah mereka yang sebelumnya diliputi kegelisahan.
Rian, seorang siswa kelas VII SMPN Alok, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut. “Saya merasa bahagia ketika kakak-kakak datang mengunjungi kami. Kami merasa tidak sendirian di sini, meski hati kami masih gelisah dengan situasi alam yang belum pulih,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif anak-anak, tim relawan membagikan camilan sebelum kegiatan ditutup. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan, dilanjutkan dengan evaluasi singkat oleh para relawan untuk merencanakan langkah pendampingan selanjutnya.

Kehadiran para relawan ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial dan pendekatan kemanusiaan dapat menjadi salah satu bagian terpenting bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit pasca-gempa.
Penulis
Fr. Gonsi Kusman, SVD




Comments