• SEMINARI TINGGI ST. PAULUS LEDALERO

Komunitas Ledalero Pungut Sampah-Sampah Plastik



Seminariledalero.org - Anggota Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero menggelar kegiatan pungut sampah-sampah nonorganik di lingkungan Seminari Ledalero, Sabtu (14/11/2020).


Menurut Ketua Seksi Sampah, Frater Baros Domingos, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepeduliaan terhadap lingkungan hidup dan sebagai bentuk persiapan mencegah DBD.


“Dalam sosialisasi DBD yang telah terlaksana pada Kamis (5/11/2020), disebutkan bahwa lingkungan yang tidak terawat adalah lingkungan yang nyaman bagi nyamuk DBD. Karena itu, kerja ini juga merupakan tanggapan atas sosialisasi tersebut,” terang Frater Baros.


Untuk kerja kali ini, lanjut Frater Baros, difokuskan hanya pada sampah nonorganik. Anggota Komunitas Ledalero dibagikan kantong sampah agar menampung sampah-sampah yang ada untuk selanjutnya diteruskan ke TPA Nangarasong, Maumere.


“Kami fokus sampah nonorganik karena sebelumnya kami sudah bekerja membersihkan lingkungan Ledalero. Kita kumpulkan banyak sampah dan ke depannya akan kami pikirkan penggunaan barang-barang plastik,” ujar Frater Baros.


Lebih Baik Mencegah


Pater Rektor Seminari Tinggi Ledalero, Pater Frans Ceunfin, menambahkan bahwa kerja pungut sampah kali ini juga merupakan bentuk pencegahan perkembangbiakkan nyamuk DBD.


“Mengingat musim hujan sudah tiba, maka kita perlu perhatikan lingkungan kita. Lebih baik kita mencegah daripada kita bersusah-susah mengobati,” tegasnya.


Terkait kebersihan lingkungan, Pater Frans amat menekankan agar para frater sungguh-sungguh menjaganya karena lingkungan yang tidak bersih adalah ladang bagi perkembangan nyamuk DBD.


Libatkan Semua Unit


Kerja kali ini melibatkan semua anggota Komunitas Seminari Tinggi Ledalero. Masing-masing unit dibagi tempat kerjanya agar terarah dan dapat bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan Seminari.


Kerja pungut sampah ini berlangsung dari Pkl. 08.00 hingga 11.30 Wita. Semua terlibat aktif dan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing.


Penulis: Fr. Selo Lamatapo

5 views0 comments