Malam Penuh Cahaya, Umat Diteguhkan untuk Tidak Kehilangan Harapan
- 3 days ago
- 2 min read

“Lilin yang bernyala menjadi tanda bahwa harapan tidak pernah padam, bahkan di tengah dunia yang diliputi kejahatan.”
Pesan itu disampaikan Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Pater Yosef Keladu, SVD, dalam khotbahnya pada Misa Malam Paskah di Kapela Agung Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Sabtu (4/4/2026).
Dalam refleksinya, Pater Yosef mengajak umat melihat makna perayaan Paskah sebagai peralihan dari kegelapan menuju terang. Menurutnya, suasana gelap di awal perayaan bukan sekadar simbol liturgi, tetapi menggambarkan realitas hidup manusia yang tidak lepas dari dosa, penderitaan, dan berbagai persoalan kemanusiaan.
Namun, ia menegaskan bahwa Paskah menunjukkan satu hal penting: kegelapan bukan akhir.
Mengacu pada Injil, ia menyoroti pengalaman Maria Magdalena dan para perempuan yang datang ke kubur Yesus. Mereka tidak menemukan jenazah seperti yang diharapkan, melainkan berjumpa dengan Kristus yang bangkit.
“Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, tetapi Ia memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kisah Marta dan Maria dalam peristiwa kebangkitan Lazarus sebagai tanda bahwa karya Allah sering kali melampaui harapan manusia.
Karena itu, umat diajak untuk tidak berhenti pada perayaan, tetapi membawa terang Paskah ke dalam kehidupan sehari-hari; menghadirkan harapan, memperbaiki relasi yang rusak, dan menumbuhkan kasih di tengah masyarakat.
Misa Malam Paskah ini dipimpin oleh Pater Yosef Keladu, SVD, didampingi Pater Kris Ibu, SVD, dan Pater Willem Julei, SVD. Liturgi dipercayakan kepada para frater dari Unit St. Yosef Freinademetz, sementara koor dibawakan oleh Ledalero Choir.
Perayaan tersebut dihadiri umat dari berbagai tempat, termasuk para peziarah dari Jakarta. Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, juga turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian perayaan bersama umat.
Dalam sambutannya, Pater Yosef menyampaikan terima kasih kepada umat yang hadir serta kepada para petugas liturgi dan koor yang telah melayani perayaan dengan baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada komunitas seminari.
“Selamat merayakan Paskah untuk Komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, para pater dan para frater. Semoga perayaan Paskah ini menghadirkan semangat dan harapan baru dalam karya keselamatan bagi umat manusia,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi jalannya perayaan yang dinilainya berlangsung khidmat dan berkesan.
“Liturgi malam ini terasa begitu sakral, penuh kesan, dan mendalam. Secara khusus, saya memberikan apresiasi kepada anggota koor yang telah melayani dengan sangat baik, sehingga perayaan ini menjadi lebih hidup dan berwarna,” katanya.
Perayaan Malam Paskah ini menjadi momen bagi umat untuk kembali meneguhkan iman akan kebangkitan Kristus sebagai sumber harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan.*
*Fr. Febry Suryanto, SVD.
