top of page

Perayaan Kamis Putih di Ledalero Berlangsung Khidmat, Tekankan Kasih Pelayanan dan Ekaristi

  • 10 hours ago
  • 2 min read

Perarakan Sakramen Mahakudus dalam perayaan Kamis Putih di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Kamis (2/4/2026).
Perarakan Sakramen Mahakudus dalam perayaan Kamis Putih di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Kamis (2/4/2026).

Umat bersama komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mengikuti Perayaan Kamis Putih di Kapela Agung, Kamis (2/4/2026) petang. Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci menjelang Paskah.


Sejak pukul 18.00 WITA, umat dan para penghuni seminari mulai berdatangan dan memenuhi kapela. Suasana tertib dan hening membantu umat mempersiapkan diri untuk mengikuti perayaan.


Perayaan Ekaristi dimulai pukul 18.30 WITA, dipimpin oleh Pater Kris Ibu, SVD, dan didampingi Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Pater Yosef Keladu, SVD. Para frater dari Wisma St. Arnoldus Janssen Nitapleat bertugas sebagai pelayan altar sekaligus mengambil bagian dalam ritus pembasuhan kaki, sementara koor dan mazmur dibawakan oleh frater dari Wisma St. Rafael.


Seluruh rangkaian liturgi berjalan lancar dan diikuti dengan khidmat oleh umat. Perayaan Kamis Putih mengenangkan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.


Dalam homilinya, Pater Kris Ibu menekankan tiga pokok utama. Pertama, kasih pelayanan, yakni panggilan untuk melayani sesama, terutama yang membutuhkan. Kedua, tugas imamat sebagai bentuk pelayanan dalam Gereja. Ketiga, Ekaristi sebagai warisan iman yang terus dirayakan dalam kehidupan umat.


Ia mengingatkan bahwa perayaan ini tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.


“Perayaan ini mengajak umat untuk berani membagikan hidup kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan membutuhkan,” ujarnya.


Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan perarakan Sakramen Mahakudus di dalam kapela. Sakramen kemudian ditahtakan di tempat yang telah disiapkan. Umat dan para frater mengikuti tuguran secara bergilir.


Kegiatan tuguran menjadi bagian dari permenungan, di mana umat diajak untuk berjaga dalam doa mengenangkan malam sengsara Yesus. Perayaan ini juga menjadi sarana pembinaan iman bagi para frater dalam menghayati makna pelayanan dan Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari.*


*Fr. Afri Juang, SVD.

 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page