Memperingati Hari HAM Sedunia, Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Adakan Aksi Seribu Lilin

_________________________

Foto: Para Peserta Saat Menyalakan Lilin *doc. Rolis.


Seminari tinggi St. Paulus Ledalero mengadakan Aksi Seribu Lilin memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada Jumat (10/12) pkl. 22.00 WITA. Aksi Seribu Lilin yang bertempat di halaman depan Kapela Agung Seminari ini, diselenggarakan oleh seksi JPIC Seminari dengan melibatkan semua anggota komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.


Foto: *doc. Rolis.


Fr. Eman Keban, SVD selaku ketua seksi JPIC dalam kata sambutannya menegaskan bahwa aksi ini dibuat untuk menyadarkan kembali segenap anggota komunitas Ledalero perihal ikhtiar panjang perjuangan HAM dalam konteks global maupun lokal.


“Peringatan hari HAM Sedunia merupakan momentum penyadaran sekaligus peringatan kembali akan perjuangan-perjuangan HAM yang telah berlangsung sejak lama”, tegasnya.

Foto: *doc. Rolis.


Selain itu, Fr. Eman Keban, SVD menambahkan bahwa peringatan ini sebenarnya mengacu pada persetujuan Majelis Umum PBB terhadap pasal 423 pada tanggal 10 Desember 1948. Mengakhiri sambutannya, Fr. Eman Keban, SVD berharap agar segala macam kasus pelanggaran HAM dapat segera terselesaikan terutama kasus HAM di negara kita.


Acara ini berpuncak dengan penyalaan lilin yang disusun membentuk konfigurasi hati. Dalam suasana hening dan diselingi alunan musik Heal The World para peserta melantunkan doa memohonkan rahmat hidup kekal bagi para korban pelanggaran HAM dan penyelesaian kasus-kasus HAM yang belum tuntas.

Foto: *doc. Rolis.


Aksi Seribu Lilin ini berlangsung dalam suasana doa. Semua peserta tampak menghayati dan memberi kesan positif. Fr. Hendro Dede, SVD, salah satu peserta yang hadir saat dimintai pendapat mengatakan bahwa Aksi Seribu Lilin mesti dimaknai lebih dari sekadar perayaan seremonial yang merepresentasikan sikap diam-hening di hadapan kenyataan pelanggaran HAM.


"Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mengingatkan kita akan betapa berharganya hidup dan kehidupan kita. Selain itu, kegiatan semacam ini sejatinya harus dimaknai sebagai gerak ke dalam batin untuk meresapi nilai-nilai kemanusiaan yang kemudian mendayai gerak ke luar melalui tindakan-tindakan konkrit memperjuangkan hak-hak asasi sesama manusia yang ditindas," tegasnya.

Foto: *doc. Rolis.


Seksi Alethea juga turut memeriahkan Aksi Seribu Lilin dengan menampilkan satu monolog. Monolog yang dibawakan oleh Fr. Yongki Udjan, SVD menyita perhatian seluruh peserta yang hadir lantaran berkisah tentang peristiwa tragis pelanggaran HAM masa lalu. Semua peserta tampak terhipnotis dan tertegun dengan pembawaan yang penuh penjiwaan dan lantang.


Selain itu, Aksi Seribu Lilin juga diselingi dengan fragmen-fragmen video yang menggambarkan kasus-kasus aktual pelanggaran HAM di tingkat global maupun lokal.* (Fr. Rival Nakung, SVD)


103 views0 comments

Recent Posts

See All