Pembersihan Lingkungan Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

_______________

Foto: Para frater saat membersihkan drainase yang tersumbat sampah


Para frater Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mengadakan pembersihan lingkungan pada Sabtu (13/11) pkl. 08.00 WITA. Kegiatan pembersihan ini merupakan program yang dicanangkan Seksi Pengolahan Sampah dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan Seminari Tinggi bebas sampah.


Fr. Fian Jampong, SVD selaku Ketua Seksi Pengolahan Sampah saat ditemui mengatakan bahwa sampah-sampah anorganik yang sulit terurai harus diangkut karena menghambat kesuburan tanah dan menciptakan lingkungan yang kurang asri. "Sampah-sampah anorganik seperti plastik selain sulit terurai juga mengurangi tingkat kesuburan tanah. Oleh sebab itu, kita perlu membersihkan dan mengangkut sampah-sampah anorganik tersebut untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau didaur ulang dan dijual."


Foto: Para frater saat memungut sampah.


Selain itu, Fr. Fian Jampong, SVD juga menandaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk latihan untuk meningkatkan sensibilitas dan kepedulian para frater terhadap lingkungan. "Frater-frater perlu disadarkan untuk bertanggungjawab menciptakan lingkungan yang indah seperti yang diserukan Paus Fransiskus dalam Laudato Si'. Hal ini baru dapat terwujud bila para frater memiliki rasa terganggu dalam diri saat melihat tebaran dan tumpukan sampah di mana-mana."


Foto: Para frater saat memungut sampah.


Kegiatan pembersihan ini dilaksanakan di beberapa area Seminari Tinggi dengan melibatkan seluruh unit. Unit FX mendapat tanggung jawab untuk membersihkan area belakang bengkel kayu atas; Unit Gabriel di kuburan dan sekitarnya; Unit Mikhael di belakang gudang mobil dan gudang besi; Unit Yosef di belakang bengkel kayu bawah; Unit Rafael di belakang dapur umum; Unit Efrata di pinggir jalan umum, depan sekretariat STFK; Unit Agustinus di samping dan belakang asrama karyawati; Unit Arnoldus di belakang bilik cuci dan bilik jahit; Unit Beata Helena di samping bilik jahit sampai belakang bengkel kayu atas; dan konfrater dari Unit Paulus bekerja di lingkungan sekitar unit Paulus.


Semua sampah yang telah dikumpulkan kemudian akan disortir untuk ditimbang, didaur ulang dan dibuang ke TPS.* (Fr. Nofri Liefofid)