Rektor Cup 2026 Resmi Bergulir, Delapan Unit Siap Berebut Gelar
- Apr 11
- 2 min read

Turnamen Rektor Cup 2026 Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero resmi dibuka pada Jumat (10/4/2026) sore di Lapangan Wairpelit.
Pembukaan yang dimulai pukul 15.30 WITA itu berlangsung meriah, menghadirkan atmosfer khas kompetisi yang memadukan semangat olahraga, disiplin, dan persaudaraan di antara para frater.
Sejak awal, nuansa pertandingan sudah terasa. Para peserta dari delapan unit memasuki lapangan dengan penuh semangat, disambut sorak dan tepuk tangan.
Semboyan “Citius, Altius, Fortius” - lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat - yang digaungkan oleh dua MC, Frater Loys Jewaru dan Frater Yudi Jehali, menjadi penanda dimulainya perhelatan tahunan tersebut.
“Dengan semangat ini, para punggawa Ledalero hadir bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan,” ujar keduanya dalam pembukaan.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penyerahan piala bergilir dari juara bertahan, Unit Efrata Gere.
Piala itu diserahkan secara simbolis di tengah lapangan, disambut tepuk tangan meriah, sekaligus menjadi tanda dimulainya perebutan gelar baru tahun ini.
Turnamen kali ini diikuti delapan unit yang dibagi ke dalam dua pool. Pool A diisi oleh Unit Yosef, Unit Mikhael, Unit Rafael, dan Unit Fransiskus.
Sementara Pool B mempertemukan Unit Gabriel, Unit Arnoldus, Unit Efrata, dan Unit Yosef. Komposisi ini diperkirakan menghadirkan pertandingan yang ketat sejak fase awal.
Kehadiran Pater Kanis Bhila, SVD selaku moderator Seksi Olahraga, serta Pater Pice Dori, SVD sebagai anggota dewan rumah, menegaskan pentingnya turnamen ini dalam proses pembinaan di seminari.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Pater Pice Dori menekankan bahwa Rektor Cup bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari formasi hidup para frater.
“Kegiatan ini adalah sarana pembinaan. Di sini, nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan diuji dan diperkuat,” ujarnya.
Menurut dia, sepak bola mengajarkan lebih dari sekadar teknik dan strategi. Ada nilai kerja sama, keberanian menghadapi tekanan, hingga kerendahan hati untuk menerima hasil akhir.
“Yang terpenting bukanlah skor, tetapi bagaimana kita bertanding dengan hati yang bersih dan sikap yang benar,” kata Pater Pice.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik sebagai bagian dari panggilan hidup.
Olahraga, menurutnya, menjadi salah satu cara konkret untuk merawat kesehatan agar para frater mampu menjalani tugas dan perutusan secara optimal.
Lebih dari itu, turnamen ini disebut sebagai ruang untuk mempererat relasi antarunit.
“Setiap pertandingan hendaknya mengingatkan kita bahwa kita satu keluarga. Kita hadir untuk saling mendukung, bukan menjatuhkan,” ujarnya.
Apel pembukaan menjadi penanda resmi dimulainya turnamen. Para peserta berdiri dalam barisan rapi, menunjukkan kesiapan mereka untuk bertanding dalam beberapa pekan ke depan.
Rektor Cup 2026 bukan sekadar soal siapa yang keluar sebagai juara. Turnamen ini menjadi wadah pembinaan karakter, tentang bagaimana berjuang, bekerja sama, dan tetap menjunjung nilai persaudaraan di tengah kompetisi.
Dengan komposisi tim yang merata dan semangat yang tinggi, persaingan diprediksi berlangsung ketat.
Lapangan Wairpelit dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi panggung bagi para frater untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang sedang dibentuk dalam semangat sportivitas dan kebersamaan.*
*Fr. Febry Suryanto, SVD




Comments